Kompas.com - 02/08/2014, 10:56 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selain niat yang kuat, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan orang dalam berhenti merokok. Menurut sebuah studi baru, orang yang bekerja dalam durasi waktu yang lebih panjang cenderung untuk merokok lebih banyak.

Selain itu, mereka juga lebih sulit untuk berhenti dibandingkan dengan orang dengan durasi waktu kerja yang normal. Ditambah lagi, perokok yang sudah meninggalkan kebiasan merokok cenderung untuk kembali merokok bila mereka sering bekerja lembur. Kenapa demikian?

Studi tersebut menyebutkan, ada hubungan yang sangat jelas antara jam bekerja dengan merokok. Hubungan tersebut terletak pada semakin panjang durasi orang bekerja, semakin mereka membutuhkan aktivitas untuk membebaskan mereka dari stres. Karena mereka terbiasa merokok, maka aktivitas tersebutlah yang cenderung dipilih.

Mereka yang bekerja dalam durasi waktu yang lebih panjang memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya dengan durasi kerja lebih pendek.

Hampir setiap perokok juga berpikiran merokok merupakan aktivitas yang mampu mengobati stres mereka. Sehingga setiap kali stres bekerja datang, mereka memilih untuk merokok.

"Hubungan durasi kerja dengan merokok pada perokok sangat konkret," ujar peneliti.

Dalam studi tersebut, peneliti asal institut medis dan gaya hidup melakukan analisis terhadap kasus kesehatan yang terjadi pada hampir 20.000 orang selama 10 tahun. Mereka menemukan, orang yang bekerja dalam durasi waktu yang lama mayoritas merupakan perokok, bukan hanya sekedar perokok tetapi perokok berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber BOLDSKY
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lesi Kulit
Lesi Kulit
PENYAKIT
Pusar Bau
Pusar Bau
PENYAKIT
Abses Gigi
Abses Gigi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Health
Purpura Trombositopenia Idiopatik

Purpura Trombositopenia Idiopatik

Penyakit
4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

Health
10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

Health
Konstipasi

Konstipasi

Penyakit
Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Health
Hookworm Infection

Hookworm Infection

Penyakit
Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Faringitis

Faringitis

Penyakit
7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Health
Sakit Perut

Sakit Perut

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.