Kompas.com - 04/08/2014, 14:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Gaya hidup moderen dengan makanan yang serba praktis dan siap saji dicurigai menyebabkan peningkatan terjadinya kanker. Oleh karena itu, pencegahan kanker payudara bisa dilakukan lewat pola makan.

Makan dan minum adalah bagian penting dalam kehidupan kita. Bahan yang terkandung dalam makanan dan minuman itu mempengaruhi kesehatan kita. Ketika sedang sakit seperti kanker payudara atau melindungi diri dari kanker payudara, tentu kita harus memperhatikan asupan setiap hari.

Para ahli gizi merekomendasikan pola makan dengan gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan kita. Mereka menganjurkan kita agar mengonsumsi makanan bervariasi setiap hari dengan jumlah secukupnya untuk mendapatkan tubuh sehat. Makanan itu juga tak pernah melupakan sayuran dan buah yang kaya akan serat, vitamin dan mineral.

Fahma Sunarja, ahli gizi senior dari Parkway Cancer Center Singapore punya 10 rekomendasi untuk mengurangi risiko kanker. “Rekomendasi ini terkait dengan lemak tubuh, aktivitas fisik, makanan kaya energi, makanan dari tumbuhan serta makanan dari hewan, minuman beralkohol, suplemen diet dan makanan awetan,” ujar ahli gizi asal Indonesia ini.

Lemak Tubuh
Pembatasan konsumsi lemak diperlukan untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Para ahli percaya bahwa penurunan konsumsi lemak dapat memperlambat perkembangan kanker payudara. Kurangnya konsumsi lemak ini membatasi kebutuhan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tumor.

Lemak tubuh bukan hanya didapat dari konsumsi makanan berminyak. “Kelebihan konsumsi karbohidrat akan disimpan oleh tubuh menjadi lemak,” kata Fahma. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan konsumsi karbohidrat harian kita. Sering tanpa disadari kita mengasup terlalu banyak nasi, gula, mie dan tepung-tepungan.

Hidup Aktif
Gaya hidup yang malas bergerak akan membuat tubuh jadi mudah gemuk. Fahma menyarankan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. “Hindari gaya hidup yang jarang bergerak,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hindari Makanan Kaya Energi
Jenis makanan kaya energi ini harus diakui sangat disukai kebanyakan orang. Makanan seperti ini hanya memberi energi secara instan tapi miskin gizi. Kalau kebanyakan, badan jadi mudah gemuk. “Jenisnya berupa makanan kaya gula dan lemak seperti yang ada di restoran fast food. Juga makanan berminyak yang digoreng secara deep fried,”ujar Fahma. Jenisnya seperti kentang goreng kesukaan Anda, bisa juga berupa tempe mendoan atau tahu goreng.

Hindari Makanan Awetan
Makanan yang termasuk jenis ini adalah makanan yang diawetkan dan diasinkan. “Batasi makanan yang diproses seperti sosis, nugget dan lain-lain. Hindari zat penyebab kanker bernama aflatoksin yang ada di kacang. Hindari juga sereal yang sudah berjamur,” kata Fahma.
Waspadai juga ikan atau daging yang diawetkan karena mengandung N-Nitroso. Dalam jangka panjang tentu zat ini merugikan kesehatan.

Perbanyak sayur dan buah
Sajian yang disarankan untuk buah dan sayur adalah dua porsi buah dan dua porsi sayur. “Makan dari sumber tumbuhan itu kaya akan fitokimia, karotenoid dan serat,” kata Fahma. Semua zat gizi itu berguna membantu tubuh memerangi zat radikal bebas yang merugikan kesehatan tubuh kita.

Batasi konsumsi makanan bersumber hewani
Untuk melindungi tubuh dari kanker, Fahma menyarankan agar kita membatasi konsumsi makanan bersumber hewan dengan kandungan lemak tinggi. Boleh konsumsi daging namun dipilih yang tidak berlemak. Sedangkan untuk susu, ia menyarankan konsumsi susu rendah lemak.

Suplementasi vitamin dan mineral
Sumber gizi terbaik untuk tubuh kita tetap berasal dari tanaman segar. “Coba penuhi kebutuhan gizi dari makanan segar, bukan dari pil suplemen. Usahakan kita memvariasikan makanan setiap hari agar kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi,” kata Fahma.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Orthorexia
Orthorexia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.