Kompas.com - 20/08/2014, 16:11 WIB
Ilustrasi menyusui shutterstockIlustrasi menyusui
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Pemberian air susu ibu memang sangat dianjurkan demi kesehatan bayi. Namun, saat ibu menderita penyakit menular seperti HIV/AIDS, pemberian air susu ibu (ASI) justru bisa menjadi media penularan.

Pada tahun 2012, seorang bayi berusia satu tahun di Belgia tertular HIV dari ibunya melalui ASI. Para dokter mengatakan, kasus ini terbilang langka di negara industri.

"Sudah dikenal selama 30 tahun bahwa menyusui merupakan salah satu cara penularan HIV dari ibu ke bayinya," kata dr Philippe Lepage, ahli kesehatan anak di Brussles, Belgia.

Penularan virus seperti ini sering terjadi di negara berkembang pada ibu yang telah terinfeksi HIV. Namun, menurut dr Lepage, kasus ini sangat jarang terjadi di negara industri, tempat ibu yang positif HIV tidak disarankan menyusui bayinya.

Seperti disebutkan dalam jurnal Pediatrics, ibu dari anak di Belgia tersebut telah melalui tes HIV ketika hamil dan setelah melahirkan. Hasilnya negatif. Suami dan ketiga anak lainnya pun sehat dari HIV. Namun, setelah satu tahun, bayi lelaki itu terkena penyakit bronkitis dan dilarikan ke rumah sakit. Pada saat itulah, ia dan ibunya diketahui mengidap HIV.

"Ketika seorang ibu terinfeksi HIV dalam masa menyusuinya, bayi mereka punya risiko tinggi untuk tertular," kata Jean Humphrey, Direktur Riset Kesehatan Ibu dan Anak Lembaga Zvitambo, di Harare, Zimbabwe.

Humphrey menduga, virus tersebut ditularkan oleh ayah dari bayi itu kepada istrinya, setelah bayi itu lahir. Orangtua bayi ini berasal dari Republik Demokratik Kongo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kondisi tersebut, menurut Humphrey, upaya screening untuk mencegah penularan akan percuma karena kebanyakan ibu sudah menularkan bayinya.

"Cara pencegahan yang benar adalah memberi pengertian kepada para wanita bahwa melakukan hubungan seks yang tidak aman pada masa menyusui dapat berisiko tinggi bagi kesehatan bayi," papar Humphrey.

Di Afrika, pencegahan dengan cara ini sudah mulai dianjurkan. "Sering kali, di Afrika, para lelaki lebih sadar bahwa berhubungan seks dengan pasangan yang berbeda-beda akan lebih membahayakan bayinya ketimbang istrinya," kata Humphrey.

Halaman:

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Nyeri Kronis

Nyeri Kronis

Penyakit
Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Health
Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Health
Ptosis

Ptosis

Penyakit
9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.