Kompas.com - 03/09/2014, 12:34 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Triklosan, kandungan antibakteri yang banyak digunakan dalam produk sabun dan pasta gigi, mulai dipertanyakan keamanannya.

Para ahli menilai, triklosan tidak memberi manfaat lebih dalam membunuh bakteri, tetapi bisa memicu kondisi kebal obat bagi lingkungan. Bahkan pada bulan Desember 2013, Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan bahwa produk yang mengandung triklosan tidak lebih efektif dibanding sabun biasa dan air.

Beberapa produk sabun mandi dan sabun cuci tangan juga tak lagi menggunakan triklosan dalam produknya. Meski demikian, ada produk pasta gigi yang masih mengandung triklosan karena diklaim mampu mencegah penyakit gusi (ginggivitis).

Dampak triklosan pada kesehatan manusia memang belum diketahui. Namun, penelitian pada hewan menunjukkan triklosan bisa mengganggu hormon endokrin yang berdampak pada terhambatnya kehamilan.

"Gangguan pada endokrin berarti terikatnya reseptor hormon dan mengganggu fungsi hormonal, termasuk tiroid dan hormon reproduksi," kata Joshua U Klein, dokter bidang obstetri dan ginekologi dari Mount Sinai School of Medicine, New York, AS.

Kendati begitu, triklosan yang dipakai dalam penelitian pada hewan di laboratorium ini beberapa level lebih tinggi daripada yang umumnya dipakai manusia. Hewan-hewan ini juga disuntikkan dan diberi makan triklosan, sementara manusia menyerapnya dalam jumlah kecil lewat kulit atau saat berkumur.

"Kita hanya terpapar zat antibakteri ini dalam jumlah kecil, terutama jika kita berkumur dan meludahkannya," kata Jessica Savage, peneliti dari Harvard School of Public Health.

FDA juga mengatakan, triklosan belum diketahui bahayanya pada manusia dan dianggap aman, meski tidak efektif menyingkirkan kuman.

"Memang ada data dari penelitian hewan, tetapi belum ada data pada manusia. Belum bisa disimpulkan," kata Savage.

Meski para ahli tidak menyarankan pelarangan triklosan dalam pasta gigi, tetapi pasangan yang sedang dalam program kehamilan sebaiknya mengurangi paparan zat antibakteri ini.

Sampai saat ini triklosan masih dianggap ancaman bagi lingkungan, tetapi belum bagi kesehatan manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.