Supaya Si Kecil Tak Jajan Sembarangan

Kompas.com - 02/10/2014, 10:05 WIB
Murid-murid SD membeli jajanan saat jam istirahat di sekitar sekolah mereka di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2/2013). Jajanan sekolah yang tidak terjamin kebersihan dan keamanannya berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan bagi anak-anak.
KOMPAS/IWAN SETIYAWANMurid-murid SD membeli jajanan saat jam istirahat di sekitar sekolah mereka di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2/2013). Jajanan sekolah yang tidak terjamin kebersihan dan keamanannya berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan bagi anak-anak.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajan dan anak-anak usia sekolah hampir tak dapat dipisahkan. Padahal jajanan yang tersedia tidak semua memiliki gizi yang cukup, bahkan bisa mengandung zat-zat yang berbahaya.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Yustina Ani, pengontrolan terhadap aktivitas jajan anak merupakan faktor yang penting dalam pemenuhan gizi anak dari jajanan. Pengontrolan dapat berasal dari guru maupun teman sebaya.

Selain pengontrolan, hal yang bisa juga dilakukan guna memenuhi gizi dari jajanan anak sekolah yaitu penyuluhan terhadap makanan-makanan bergizi. Dengan mengetahui jenis-jenis makanan yang bergizi dan didampingi dengan pengontrolan, anak akan lebih tahu makanan apa yang seharusnya ia dipilih.

"Itulah pentingnya dokter kecil untuk dapat memberikan penyuluhan kepada teman-teman sebayanya dalam memilih jajanan yang tepat," ungkapnya di sela-sela acara Penganugerahan Juara Kompetisi "Sehat Dimulai dari Sekolahmu" di Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Dokter kecil juga dapat memberikan pengontrolan dengan lebih dekat. Alasannya ia secara langsung berinteraksi dengan teman sebayanya saat memilih makanan.

"Pengontrolan harus berlangsung secara terus menerus. Karena itu akan lebih efektif bila dilakukan oleh teman sebaya," kata dia.

Selain jenis makanan yang bergizi, anak juga perlu diperkenalkan tentang keamanan pangan. Pemilihan jajanan yang aman, misalnya bersih, tidak berwarna mencolok, tertutup sehingga terbebas dari debu jalan, dan tidak berada di lingkungan yang banyak sampah, perlu diketahui oleh semua anak.

Kendati demikian, pengontrolan pangan yang aman cukup sulit bila dilakukan oleh anak-anak. Maka pihak sekolah dan pemasok makanan perlu bekerja sama untuk menyediakan jajanan yang sehat dan bergizi bagi anak.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X