Kompas.com - 26/10/2014, 14:35 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Moeldoko, Kepala BIN Marciano Norman, Kepala Staf Angkatan Udara Ida Bagus Putu Dunia, Kepala Staf Angkatan Laut Marsetio, Kepala Staf Angkatan Darat Gatot Nurmantyo dan Kapolri Sutarman, keluar dari Istana Merdeka untuk memberikan konferensi pers di halaman belakang komplek istana, Jakarta, Rabu (22/10/2014). Jokowi-JK belum mengumumkan nama-nama menteri yang akan mengisi kabinet dalam pemerintahan mereka nanti.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Moeldoko, Kepala BIN Marciano Norman, Kepala Staf Angkatan Udara Ida Bagus Putu Dunia, Kepala Staf Angkatan Laut Marsetio, Kepala Staf Angkatan Darat Gatot Nurmantyo dan Kapolri Sutarman, keluar dari Istana Merdeka untuk memberikan konferensi pers di halaman belakang komplek istana, Jakarta, Rabu (22/10/2014). Jokowi-JK belum mengumumkan nama-nama menteri yang akan mengisi kabinet dalam pemerintahan mereka nanti.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama wakilnya M Jusuf Kalla dijadwalkan mengumumkan susunan kabinet pada Minggu (26/10/2014) sore di Istana Negara, Jakarta.

Sejumlah nama yang akan menduduki kursi menteri pun beredar. Salah satunya jabatan Menteri Kesehatan RI yang disebut akan ditempati oleh Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Hasbullah Thabrany.

Hasbullah selama ini fokus di bidang asuransi kesehatan dan jaminan sosial. Seperti dikutip Kompas.com dari berbagai sumber, Hasbullah pernah meraih Master of Public Health dan Doctor of Public Health di University of California di Berkeley, Amerika Serikat.  Ketika itu, ia juga mengambil pendidikan profesi dari Health Insurance Association of America.

Selain pendidikan formal, pria kelahiran 21 Mei 1954 ini juga menjalani kursus singkat dalam bidang social insurance dan social security di sejumlah negara seperti di Jerman, Filipina, dan Muangtai.

Selain Hasbulah, nama lain yang sempat terdengar akan menempati posisi itu adalah Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti dan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Fahmi Idris.

Ali yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) juga paham betul mengenai jaminan kesehatan masyarakat. Ia juga mengenyam pendidikan Tropical Medicine, The Department of Tropical Hygiene, Mahidol University, Bangkok, Thailand dan Faculty of Medicine, University of Newcastle, Australia, 2000.

Sementara itu, Fahmi Idris merupakan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang pernah digadang-gadang menjadi wakil Menteri Kesehatan saat itu, Endang Rahayu. Nama Fahmi semakin terdengar ketika ia menjabat Direktur PT Asuransi Kesehatan, yang kini berubah nama menjadi BPJS.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Agus Purwadianto dan Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Akmal Taher juga masuk dalam bursa calon Menteri Kesehatan.

Perbincangan mengenai nama-nama calon Menteri Kesehatan tak berhenti sampai di situ. Belakangan muncul nama Nila Djuwita Anfasa Moeloek, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI.

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nila nyaris mendapat posisi Menteri Kesehatan periode 2009-2014. Saat itu, Nila sudah mengikuti seleksi menteri, bahkan tes kesehatan. Namun, ia batal dilantik dan SBY akhirnya memilih Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan saat itu.

NIla yang juga ahli oftalmologi (ilmu penyakit mata) ini merupakan istri dari Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan era Presiden BJ Habibie.

Siapakah yang akan dipilih Jokowi-JK? Mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengungkapkan pada Minggu sekitar pukul 16.00 WIB, Jokowi-JK akan memperkenalkan jajaran menterinya kepada publik di halaman istana kepresidenan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.