Kompas.com - 25/02/2015, 17:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Beberapa mahasiswa kedokteran serius memperhatikan seorang dokter senior yang sedang memeriksa kandungan seorang pasien yang hamil 5 bulan. Alat probes di tangan dokter itu lincah menelusuri perut pasien sementara ia dengan teliti menjelaskan kondisi janin yang tampak di layar mesin ultrasonografi.

Kesibukan tersebut terlihat di salah satu ruangan di Samsung Sono School yang berada di kompleks Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA), Surabaya, Selasa pekan lalu.

Selama 3 hari, para peserta yang terdiri dari mahasiswa kedokteran atau pun dokter yang ingin mengambil spesialis mempelajari teknik ultrasonografi dasar seperti melihat tumor, miom, kehamilan, dan juga patologis atau kelainan.

Salah satu calon dokter tersebut adalah Ratriana Via yang duduk di semester 7 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. "Alat USG saat ini lebih canggih dan gambarnya lebih tajam. Setinggannya juga mudah dioperasikan," katanya mengomentari alat-alat USG termutakhir di ruangan tersebut.

Menurut dr.Anang Endaryanto, Sp.A, Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian RSUD Dr.Soetomo, pelatihan bagi para tenaga medis untuk melakukan diagnosis dini, khususnya menggunakan alat USG, adalah hal yang penting.

"Para dokter dan tenaga medis harus terus meng-update skill karena pengetahuan kedokteran juga berubah. Terlebih saat ini fokus utama pemerintah adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi," kata Anang.

Saat ini angka kematian ibu (AKI) di Indonesia memang masih jauh dari tujuan pembangunan milenium (MDGs). Target AKI di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012, AKI yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Salah satu cara untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Ini juga termasuk melakukan pemeriksaan kehamilan untuk mendeteksi adanya kelainan.

Ultrasonografi saat ini masih merupakan standar emas untuk pemeriksaan kehamilan. Selain sifatnya yang noninvasif sehingga pasien merasa nyaman, penggunaannya juga cukup akurat mendeteksi kelainan pada janin.

"Kelainan yang bisa dideteksi dengan alat USG tergantung pada usia kehamilan. Semakin muda usia kehamilan, makin sedikit kelainan yang bisa dilihat," kata dr.Bangun Purwaka, Sp.OG.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.