Kompas.com - 30/03/2015, 17:18 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Para dokter bedah sering menggambarkan rumitnya proses operasi pengangkatan tumor otak seperti "mengambil jaring laba-laba di lapisan agar-agar". Mengambil sedikit bagian jaringan kanker bisa menyebabkannya tumbuh kembali, sementara jika terlalu banyak bisa merusak jaringan yang sehat dan membuat pasien cacat permanen.

Untuk menyiasati hal tersebut, salah satu rumah sakit di Inggris melakukan uji coba operasi otak menggunakan laser yang memiliki sensor suara (seperti yang terdapat pada sensor parkir di mobil), ketika pisau bedah mulai mendekati bagian tepi sel kanker. Dengan adanya sensor tersebut para dokter bedah bisa mengetahui kemungkinan kesalahannya. Metode ini pertama kali dilakukan di dunia.

Alat tersebut adalah probe yang berbentuk seperti pena yang disebut Core, untuk melakukan pemeriksaan dengan cahaya inframerah yang langsung menyinari tumor dan memindai untuk mengetahui apakah jaringan tersebut jaringan sehat atau jaringan tumor.

Alat ini mampu mendeteksi atau melihat suatu perbedaan dalam waktu kurang dari satu detik dengan memberikan sinyal melalui suara peringatan, jika ahli bedah mendekati jaringan yang sehat.

Batas

Salah satu kendala utama yang dihadapi para dokter bedah saat ini adalah batas antar tumor dengan jaringan otak yang sehat sangat sulit untuk dibedakan, bahkan dengan menggunakan mikroskop operasi.

Saat ini, para ahi bedah harus melakukan proses pembedahan dengan mengambil beberapa potongan kecil jaringan untuk memastikan adanya kanker atau tidak. Proses biopsi ini dapat memakan waktu hingga 90 menit yang selanjutkan akan dilakukan pengujian. Hasil dari pengujian akan dikembalikan ke ahli bedah yang menangani kasus tersebut, sementara pasien tetap berada dalam ruang operasi.

Alih-alih ingin mengambil sampel fisik,  Core yang sedang digunakan untuk mengoperasi bagian yang mengalami tumor mengeluarkan sinar dari ujung alat tersebut, lalu pemindaian otak segera dilakukan untuk mengetahui perubahan komposisi kimia pada jaringan otak.

Molekul tumor akan bergetar saat berada di bawah sinar laser jika dibandingkan dengan molekul yang sehat, hal ini akan menyebabkan cahaya sinar akan melambung kembali dengan cara yang berbeda. Cahaya ini akan segera ditangkap dan diinterpretasikan oleh komputer, dengan memberikan penjelasan singkat apakah molekul tersebut kanker atau bukan.

"Dengan menggunakan Core mampu menghemat waktu pembedahan hingga 30 menit, dari rata-rata waktu operasi yang biasanya memakan waktu hingga 3 jam," kata ahli bedah Babar Vaqas.

Vaqas juga menambahkan, dengan memiliki suatu perangkat yang dapat membedakan antara jaringan yang sehat dengan jaringan kanker kurang dari satu detik, akan berpotensi untuk menghindari proses biopsi yang tidak perlu serta pelaksanaan operasi yang lebih dari sehari.

Pembuat alat Core, Canadian company Verisante Technology, berharap hal ini akan terus memacu keberhasilan lebih lagi, dengan berpedoman pada percobaan yang telah berhasil mendeteksi kanker kulit pada 1.000 pasien di rumah sakit Kanada.

Tumor otak telah menyebabkan sebagian besar orang dewasa di bawah umur 40 tahun meninggal dunia. Para ahli bedah berharap  Core yang telah terbukti berhasil dalam mengatasi kanker kulit di Canada, dapat menghambat bahkan menghentikan laju pertumbuhan sel kanker, serta mampu untuk mempersingkat jalannya proses pembedahan. (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.