Kompas.com - 16/04/2015, 11:19 WIB
Penderita Hemofilia, Galang Madukara (5), menunjukkan stiker yang akan dibagikannya saat Aksi Damai Peringatan Hari Hemofilia Sedunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/4/2013). Selain bentuk terimakasih kepada tenaga medis, Aksi yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Hemophilia (HMHI) Jawa Timur tersebut merupakan sosialisi mengenai penyakit dan meminta kepada masyarakat untuk menciptakan kondisi yang mendukung  bagi penderita.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAPenderita Hemofilia, Galang Madukara (5), menunjukkan stiker yang akan dibagikannya saat Aksi Damai Peringatan Hari Hemofilia Sedunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/4/2013). Selain bentuk terimakasih kepada tenaga medis, Aksi yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Hemophilia (HMHI) Jawa Timur tersebut merupakan sosialisi mengenai penyakit dan meminta kepada masyarakat untuk menciptakan kondisi yang mendukung bagi penderita.
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS..com
– Hemofilia atau gangguan pembekuan darah sebenarnya bisa dideteksi sejak bayi lahir karena merupakan penyakit keturunan. Namun, keluarga sering kali tidak menyadari jika seorang ibu membawa gen hemofilia sehingga bisa menurun ke anak laki-lakinya.

Perlu penelusuran riwayat keluarga untuk waspada memiliki keturunan yang menderita penyakit kelainan pendarahan ini. Sebenarnya, hemofilia pun bisa ditunjukkan sejak kecil tergantung berat atau ringannya penyakit tersebut diderita.

Dokter Spesialis Anak-Konsultan Hematologi, Djajadiman Gatot mengungkapkan, tanda anak menderita hemofilia biasanya muncul saat anak mulai belajar merangkak.

“Misalnya, seorang bayi belajar merangkak, kan lututnya beradu dengan lantai, lututnya jadi biru-biru. Itu hemofilia yang berat. Kalau dia jatuh kemudian mudah bengkak itu hemofilia sedang,” terang Gatot dalam diskusi di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Sering kali anak penyandang hemofilia mengalami pendarahan yang sulit berhenti saat mereka terjatuh atau tersayat. Penyakit ini bisa juga baru diketahui saat anak disunat. Perlu pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui pasti apakah anak membawa gen hemofilia.

“Penyakit ini tidak bisa yang berat jadi ringan, yang ringan jadi berat, dari lahir segitu saja karena dasarnya genetik,” lanjut Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) ini.

Hemofilia terjadi akibat kekurangan faktor pembekuan darah sehingga darah sulit membeku pada saat luka. Hemofilia ringan maupun berat itu pun tergantung gen pembawanya. Pada hemofilia yang berat, juga kerap terjadi pendarahan secara spontan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Orang tua harus curiga, ini anak saya kenapa kok gampang sekali biru. Dokter harus waspada tanya keluarganya ada atau enggak yang hemofilia,” kata Gatot.

Untuk penanganannya, penyandang hemofilia harus menerima transfusi darah faktor konsentrat secara teratur seumur hidupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kulit Kusam
Kulit Kusam
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
Gigi Kecil (Microdontia)

Gigi Kecil (Microdontia)

Penyakit
Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.