Kompas.com - 29/04/2015, 16:55 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa kehamilan adalah masa kritis tumbuh kembang janin yang periodenya singkat, hanya 9 bulan. Di masa ini, ibu hamil wajib menjaga pola makan dan hidupnya karena berdampak besar bagi kesehatan janin. Karena itulah rokok adalah satu hal yang harus dijauhi.

Dampak buruk rokok bagi janin bukan hanya dialami oleh ibu yang aktif merokok, namun juga ibu hamil yang jadi perokok pasif.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan Agus Dwi Susanto mengungkapkan, ibu hamil perokok pasif (IHPP) berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah 20 persen lebih tinggi dibanding ibu yang tidak terpapar asap rokok.

Hal itu berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan di ruang persalinan SMF Obstetri Ginekologi RS Persahabatan.

Anak yang dilahirkan dari ibu hamil perokok pasif, berisiko lebih tinggi terkena penyakit bronkitis, pneumonia, infeksi Telinga-Hidung-Tenggorokan (THT).

"Gangguan pernafasan dan gangguan perkembangan paru juga lebih tinggi dibanding yang tidak terpapar asap rokok," kata Agus di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Jadi, Anda yang tidak merokok pun berisiko karena menjadi perokok pasif. Untuk itu, pastikan diri terhindar dari paparan asap rokok.

Bagi ibu hamil yang merokok tentunya risiko terjadi masalah kesehatan lebih tinggi dibanding yang tidak. Agus mengatakan, dalam penelitian, ibu hamil perokok 30 persen lebih tinggi mengalami infertilitas dibanding yang tidak merokok. Selain itu, dapat mengalami keterlambatan konsepsi (pembuahan).

Risiko yang dihadapi wanita perokok saat hamil antara lain adalah mengalami ketuban pecah lebih dini, abrupsi plasenta atau plasenta terlepas dari dinding rahim, dan plasenta previa atau plasenta menempel di bagian bawah rahim lebih tinggi.

Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa paparan asap rokok pada masa pertumbuhan paru akan meningkatkan risiko asma dan penyakit paru di kemudian hari bagi anak.

"Nikotin yang ada dalam serum perokok dapat menembus sawar ibu-bayi, dan mengganggu secara langsung sinyal transduksi protein untuk pertumbuhan paru pada janin," terang Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.