Kompas.com - 29/05/2015, 20:00 WIB
Selama sepekan terakhir gelombang panas yang menghantam India telah menewaskan lebih dari 1.100 orang. EPA/Daily MailSelama sepekan terakhir gelombang panas yang menghantam India telah menewaskan lebih dari 1.100 orang.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Gelombang panas di India telah memakan korban lebih dari 1000 jiwa. Banyak warga mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan karena suhu tinggi, yaitu mencapai 45-48 derajat celcius setiap hari belakangan ini. Bahkan, di beberapa wilayah di India, suhu mencapai 50 derajat celsius.

Untuk menekan angka korban jiwa, pemerintah India telah mengeluarkan imbauan agar warganya keluar rumah menggunakan penutup atau pelindung kepala. Warga juga diminta selalu membawa air minum untuk menghindari dehidrasi.

Lantas, bagaimana suhu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi parah yang mematikan?

Pakar Fisiologi yang juga anggota Indonesian Hydration Working Group (IHWG) dokter Ermita Ilyas mengungkapkan, udara yang sangat panas akan membuat kelembaban tubuh menjadi rendah. Cairan dalam tubuh pun menguap dan mengeluarkan panas. Sementara itu, cuaca sangat panas akan membuat kelembaban suhu udara menjadi tinggi.

“Kelembaban tinggi, udara penuh air. Jadi enggak menguap cairan di tubuh kita. Malah jadi cairan yang menetes, yaitu keringat. Banyak keluar cairan, jadi dehidrasi. Makin panas, makin banyak keringat,” terang Ermita saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/5/2015).

Dehidrasi ringan ditandai dengan rasa haus, mulut kering, dan tubuh lemas. Pada tingkat yang cukup parah, dapat menyebabkan penderitanya pingsan dan suhu tubuh tinggi. Kekurangan cairan pun tak hanya terjadi pada tubuh, tetapi juga pada otak.

“Kalau dehidrasi berat bahkan bisa mengigau, enggak sadar kan diri karena otak kurang cairan hingga kematian itu,” jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, hindari tubuh kekurangan cairan dengan cukup minum air, apalagi ketika cuaca begitu panas. Dehidrasi ringan dapat diatasi dengan pemberian minum. Sedangkan pada kasus berat, pasien akan diberi cairan melalui infus.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

Health
Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.