Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Efek Olahraga di Terik Matahari

Kompas.com - 24/05/2014, 13:56 WIB
Unoviana Kartika

Penulis

Sumber Menshealth


KOMPAS.com -
Untuk melepas kejenuhan berolahraga di gym atau ruangan tertutup lainnya, olahraga luar ruangan memang dapat memberikan suasana baru yang lebih segar. Namun jika dilakukan di bawah terik matahari, ada risiko yang harus dihadapi, dari mulai dehidrasi hingga stroke karena panas.

Michael Bergeron, direktur Sanford Sports and Science Institute mengatakan, jika panas, lembab, dan tidak berangin, maka keringat tidak dapat berevaporasi sehingga tubuh tidak dapat efektif dalam mengeluarkan panas yang diproduksi tubuh dari olahraga.

"Ketika pengeluaran panas tubuh tidak efektif, maka suhu tubuh akan meningkat ke level yang berbahaya secara cepat," kata dia.

Kendati demikian, olahraga di bawah terik matahari tidak perlu dihindari. Karena bagaimana pun olahraga itu baik dan risikonya bisa dihindari dengan cara yang tepat. Inilah beberapa kondisi yang mungkin bisa terjadi saat berolahraga di luar ruangan dan cara terbaik untuk mengatasinya.

1. Kram
Kram ditandai dengan rasa nyeri di otot. Kram juga bisa menjadi tanda dari dehidrasi. Penyebabnya adalah kekurangan elektrotit tubuh. Untuk mengatasinya, hentikan olahraga saat terjadi kram dan berpindahlah ke tempat yang lebih sejuk. Konsumsi minuman dengan konsentrasi elektrolit yang tinggi, seperti minuman isotonik.

2. Kelelahan luar biasa
Kondisi ini ditandai dengan lemah, pusing, mual, sakit kepala, dan peningkatan suhu tubuh, bahkan pingsan. Penyebabnya bisa jadi karena gangguan distribusi cairan dalam tubuh, darah berpindah dari organ-organ vital ke bagian tubuh yang aktif bergerak sehingga menyebabkan tubuh melemah dan pingsan.

Saat terjadi kondisi ini, maka berbaringlah dengan posisi kaki yang lebih tinggi dari tubuh untuk membantu mendistribusikan kembali darah ke jantung. Letakkan handuk dingin di kulit dan minum banyak air.

3. Stroke
Ini adalah kondisi yang paling berbahaya yang bisa dihadapi. Stroke karena panas ditandai dengan peningkatan suhu tubuh hingga 40 derajat celcius, mengigau, pusing, gangguan pada sistem sirkulasi, pingsan, dan kerusakan organ atau jaringan. Penyebabnya adalah meningkatnya suhu tubuh secara tiba-tiba dari pengerahan tenaga dan dehidrasi. Ini menyebabkan sistem saraf pusat mengalami memecahan.

Untuk mengatasinya, hentikan segera olahraga, cari tempat dingin, dan aplikasikan sebanyak mungkin benda dingin ke tubuh, misalnya es. Sebisa mungkin segera minta pertolongan medis.

4. Dehidrasi
Saat mengalami dehidrasi, tubuh akan merasa haus, pusing, sakit kepala. Penyebabnya adalah kekurangan cairan sehingga berubahnya komposisi cairan tubuh dan berkurangnya berat badan paling tidak dua persennya. Saat mulai merasakan gejalanya, hentikan olaraga, cari tempat sejuk, dan minum minuman isotonik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau