Kompas.com - 04/06/2015, 19:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Infeksi terkait pelayanan kesehatan yang tersebar melalui kuman sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana seperti mencuci tangan. Sayangnya, banyak dokter yang sering malas mencuci tangan saat menangani pasien.

Dalam dua studi yang dilakukan tahun 2011 dan 2013 di beberapa negara terungkap, dokter memiliki angka kepatuhan yang rendah dalam mencuci tangan jika dibandingkan dengan perawat.

"Di banyak negara angka kepatuhan para dokter dalam menjalankan cuci tangan hanya sekitar 50-60 persen. Sementara itu dalam penelitian di ruang ICU RSCM Jakarta angkanya tak jauh berbeda, berkisar 41-62 persen," kata dr.Delly Chipta Lestari SpMK, dalam pemaparan hasil studinya di acara kampanye Sehat Ada di Tangan Kita yang diadakan oleh Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Lifebuoy di Jakarta (4/6/15).

Penelitian di RSCM tersebut dilakukan oleh Delly bersama dengan tim dokter dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang terdiri dari dr.Anis Karuniawati, dr.Yulia Rosa Saharman, dan dr.Rudyanto Sedono.

Riset tersebut dilakukan terhadap 8 dokter, 30 perawat, mahasiswa kedokteran, teknisi laboratorium, teknisi radiologi, apoteker, serta ahli gizi yang bertugas di ruang ICU.

Penelitian juga mengungkap, para dokter akan langsung mencuci tangannya jika bertujuan untuk melindungi dirinya sendiri. Misalnya setelah memeriksa beberapa pasien lalu akan makan siang.

Delly mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kepatuhan dalam mencuci tangan, antara lain persepsi bahwa mencuci tangan terlalu sering akan membuat tangan iritasi dan kering, dokter terlalu sibuk, atau kurangnya panduan dan juga penghargaan.

"Karena studi ini dilakukan di rumah sakit pendidikan, mungkin juga para dokter ini sibuk karena mereka selain melayani pasien juga harus mengajar," katanya.

Rendahnya kepatuhan mencuci tangan terkait dengan infeksi terkait pelayanan kesehatan yang kumannya mudah menular. Di rumah sakit, infeksi mudah menular melalui interaksi langsung mau pun tidak langsung (kontak fisik, udara) antara petugas medis dan pasien, antar pasien, mau pun pasien kepada pengunjung.

Penelitian terkini dalam Journal of Environmental Research and Public Health menunjukkan, cuci tangan pakai sabun mampu menghilangkan 92 persen organisme penyebab penyakit di tangan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X