Kompas.com - 12/06/2015, 10:30 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Tidak semua penyakit membutuhkan konsumsi antibiotik sebagai terapi penyembuhan. Penggunaan antibiotik pada indikasi yang tidak tepat, justru akan membuat pertumbuhan bakteri kebal terhadap antibiotik. Bahkan, pada bayi, penggunaan antibiotik yang terlalu sering dapat menimbulkan gangguan pencernaan.

Menurut riset Uniformed Services University of the Health Sciences, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat,  bila bayi sering diberi antibiotik, ia berisiko alami gangguan pencernaan pilorus stenosis.

Studi ini menegaskan kaitan antara penggunaan antibiotik jenis erythromycin dengan risiko pilorus stenosis pada bayi, sekaligus hubungan pemberian antibiotik jenis azithromycin dengan meningkatnya risiko pilorus stenosis pada bayi berusia di bawah 6 minggu. Kaitannya sangat kuat, jika paparan antibiotik terjadi dalam kurun waktu dua minggu pertama kehidupan bayi dan akan bertahan terus, meski kadarnya akan berkurang, saat bayi berusia 2-6 minggu, demikian laporan yang dimuat di jurnal Pediatrics.

Menurut Dr. Clay Jones, dokter anak yang khusus menangani bayi baru lahir di Newton-Wellesley Hospital, Massachusetts, sebenarnya pilorus stenosis bukan termasuk gangguan yang berbahaya dan bisa ditangani oleh ahli. “Namun, sebaiknya gangguan ini terdiagnosis sejak dini dan segera diatasi agar tidak berisiko besar bagi bayi,” anjur Jones.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.