Kompas.com - 12/07/2015, 04:03 WIB
Kekurangan waktu tidur memiliki risiko 48 persen terkena penyakit jantung koroner dalam periode 7 sampai 25 tahun. ShutterstockKekurangan waktu tidur memiliki risiko 48 persen terkena penyakit jantung koroner dalam periode 7 sampai 25 tahun.
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Kebutuhan waktu tidur manusia rata-rata adalah 7 sampai 8 jam. Sayangnya, kecukupan waktu tidur ini sulit dicapai oleh banyak orang, terutama anak-anak muda zaman sekarang. Mereka mengalami kesulitan tidur atau biasa disebut insomnia.

Dilansir dari KOMPAS.com, penelitian European Heart Journal menyatakan bahwa orang yang tidak cukup waktu tidur memiliki risiko 48 persen terkena penyakit jantung koroner dalam periode 7 sampai 25 tahun. Tak hanya itu, timbul 15 persen risiko meninggal akibat stroke dalam kurun waktu yang sama. 

Bagi banyak orang, dihadapkan dengan konsekuensi tersebut tak menjadi motivasi untuk berusaha mencukupi waktu tidur. Aktivitas yang terus menumpuk mengalahkan waktu-waktu istirahat mereka. 

Akibatnya, pola tersebut menjadi kebiasan baru. Maka, ketika tak ada aktivitas yang padat saat malam, mereka tetap tak bisa tidur lebih cepat. 

Pada dasarnya, keadaan tersebut dapat ditanggulangi. Ada beberapa tips untuk Anda yang mengalami situasi serupa. Simak berikut ini: 

Jangan tidur dalam kondisi lapar atau kekenyangan

Keadaan perut akan mempengaruhi sulit atau tidaknya tidur. Logikanya, konsentrasi seseorang akan terganggu saat lapar. Kondisi ini akan menyebabkannya sulit tidur. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebaliknya, kekenyangan juga akan berdampak sama. Untuk itu, Anda disarankan untuk makan setidaknya tiga jam sebelum tidur. 

Shutterstock Ilustrasi

Olahraga sore

Olahraga sore dinilai dapat membantu mengurangi insomnia dan mengembalikan jam tidur yang teratur. Dengan melakukan olahraga di sore hari, tubuh akan mengeluarkan energi sehingga membuatnya lebih cepat mengantuk dan pulas saat tidur. 

Jangan membawa pekerjaan ke dalam kamar

Kebiasaan buruk kaum urban ialah mengurusi pekerjaannya di mana pun berada. Maka, saat di kamar, usahakan Anda telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Keputusan membawa pekerjaan di ruang tidur akan mengakibatkan pikiran Anda terbagi sehingga kesulitan untuk tidur sebelum menyelesaikannya.

Biasakan membaca

Bila Anda suka membaca buku, carilah bacaan yang ringan sebelum pergi tidur. Membaca dapat menjadi stimulasi yang baik untuk mendapatkan rileksasi sehingga pikiran menjadi lebih ringan. 

Matikan lampu dan hindari distraksi

Kondisi kamar yang gelap membuat Anda lebih cepat terlelap dan dianggap mampu meningkatkan kualitas tidur. Pada dasarnya, bukan hanya lampu saja yang harus dimatikan. Benda yang memancarkan cahaya juga harus dijauhi saat ingin tidur. Menonton televisi sebelum tidur juga merupakan kebiasaan yang buruk. 

Shutterstock Kebiasaan buruk kaum urban ialah mengurusi pekerjaannya di mana pun berada.

Perlu Anda ketahui, semakin sedikit cahaya akan semakin banyak produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang bisa membantu melelapkan tidur dan membuat istirahat semakin berkualitas. Untuk benda yang tidak bisa dimatikan, cahayanya bisa dihindari dengan cara menutup benda tersebut dengan kain hitam. 

Gadget seperti ponsel juga termasuk dalam kategori ini. Banyak orang, terutama anak-anak muda, kerap membawa ponselnya sebagai teman menjelang tidur. Padahal, pancaran cahaya dari ponsel tidak hanya akan membuat mata tergangg, namun juga memecah konsentrasi. 

Untuk menghindarinya, ada baiknya jauhi ponsel dari tempat Anda berbaring. Akan lebih baik, jika ponsel Anda memiliki fitur khusus di waktu tidur. 

Pada ponsel pintar sekelas Galaxy S6 Edge terbaru keluaran Samsung, misalnya. Ponsel ini memiliki fitur Night Clock. Pengguna yang terbiasa membawa ponselnya saat tidur akan sangat diuntungkan. Kebiasaan diri untuk melihat waktu dengan menyalakan ponsel dan berakibat insomnia pun dapat dikurangi.

Baca tentang

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.