Kompas.com - 14/09/2015, 09:07 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Smoothie atau jus buah bisa menjadi kudapan yang bersahabat kala ingin mengusung gaya hidup sehat. Lewat kandungan vitamin dan mineral, buah-buahan bisa melengkapi nutrisi harian yang mampu menunjang kesehatan tubuh. Sayangnya, beberapa bahan tambahan pada smoothie kerap merusak kesehatan minuman segar tersebut. Dari healthy snack, menjadi junk snack. Ini dia bahan tambahan yang sebaiknya dihindari.

1. Menambahkan yogurt rasa buah bebas lemak.

Walau berlabel fat free dan tertulis berbahan dasar buah alami, yogurt rasa buah nyatanya banyak mengandung gula. Menariknya, tak hanya gula yang menjadi tersangka utama yang membuat segelas jus menjadi kurang sehat, melainkan tak adanya kandungan lemak pada yogurt tersebut.

Pasalnya, sebuah studi American Journal of Clinical Nutrition 2015 menemukan, lemak yang tinggi berfungsi untuk mengurangi risiko diabetes yang bisa ditimbulkan oleh sebuah produk dengan kandungan gula yang banyak. Ya, lemak dibutuhkan untuk bisa bekerja sama dengan kalsium, protein, serta vitamin D untuk bisa mencegah diabetes.

Pilihan yang lebih baik: Yogurt plain dengan kadar protein yang lebih tinggi ketimbang gula.


2. 
Menambahkan jus buah kemasan.

Walau berlabel sari buah alami, air atau jus buah botolan ternyata miskin akan serat sehingga tak akan mengenyangkan. Dan bila dicampur dengan buah asli dalam blender, maka khasiat serat buah asli tentu akan berkurang. Ditambah dengan tingginya jumlah karbohidrat serta gula, minuman ini jelas akan menggagalkan misi seseorang yang sedang berdiet. Hitungannya, segelas campuran sari apel dan jeruk ternyata setara dengan 3 bungkus cokelat manis ukuran sedang.

Pilihan yang lebih baik: green tea tanpa gula.


3. 
Menambahkan es krim.

Segelas jus buah bila ditambah dengan satu scoop es krim tak lagi disebut dengan minuman kesehatan, melainkan sebuah dessert. Kalorinya tak berbeda jauh dengan satu cangkir es krim Sundae.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber TIME.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.