Kompas.com - 16/09/2015, 09:03 WIB
Ilustrasi cabai ShutterstockIlustrasi cabai
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Cabai merupakan bahan makanan yang bisa memberikan sensasi rasa pedas. Lebih dari itu, dalam studi yang dipublikasikan oleh American Chemical Society Journal of Physical Chemistry, cabai dipercaya dapat membantu membunuh sel kanker prostat.

Peneliti menemukan senyawa capsaicin yang mampu membunuh sel kanker. Capsaicin merupakan senyawa yang menyebabkan cabai terasa panas dan pedas di mulut.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Cancer Research menemukan, senyawa tersebut dapat mengurangi ukuran tumor ketika dilakukan percobaan pada tikus. Sebelumnya, telah dilakukan rekayasa genetik pada tikus tersebut, sehingga memiliki sel-sel kanker prostat manusia.

Penelitian menunjukkan, sensasi panas pada capsaicin dapat merobek sel membran sehingga akhirnya sel kanker akan mati. Namun, untuk bisa berpengaruh pada manusia, diperkirakan butuh dosis yang cukup tinggi atau konsumsi cabai sangat banyak dalam satu hari.

Temuan ini membuat dokter Ashok Mishra dan dokter Jitendriya Swain dari Indian Institute of Technology ingin meneliti lebih lanjut bagaimana capsaicin dapat membantu membunuh sel-sel kanker, sehingga kemudian dapat dimanfaatkan dalam bentuk obat-obatan baru.

Adanya penelitian ini bukan berarti pasien kanker prostat bisa sembuh dengan hanya konsumsi banyak cabai. Pengobatan medis tetap harus dilakukan setiap pasien kanker.

Kanker prostat merupakan jenis kanker yang terjadi pada laki-laki. Menurut World Cancer Research Fund, terdapat lebih dari 1,1 juta kasus kanker prostat tahun 2012 di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya pada tahun lalu, makan cabai juga bisa mengurangi risiko terkena kanker usus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.