Kompas.com - 18/09/2015, 11:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Butuh energi lebih untuk mendukung padatnya aktivitas, banyak yang memilih minuman energi sebagai solusinya. Hadir dengan rasa yang variatif dan enak, memberi efek segar seketika, ditambah harganya yang terjangkau, membuat minuman ini cukup akrab di kalangan remaja hingga dewasa. Meski terbilang cukup efektif menambah vitalitas, sayangnya minuman berenergi diperkirakan cukup berpengaruh terhadap kesehatan otak, khususnya pada usia remaja.

 

Itulah hasil dari sebuah studi terbaru yang dirilis dalam jurnal PLOS ONE. Para peneliti menemukan, kebanyakan remaja yang mengalami Traumatic Brain Injury (TBI) di sepanjang tahun lalu, melaporkan kalau mereka terlalu banyak minum minuman berenergi.

 

Dalam seminggu, mereka bisa mengonsumsi sekitar 5 botol minuman berenergi. TBI sendiri merupakan jenis trauma otak yang disebabkan oleh benturan dari luar yang menyebabkan cedera otak. Dalam kasus yang parah, TBI bisa menyebabkan melambatnya kinerja otak, kecacatan bahkan kematian.

 

Menanggapi penelitian tersebut, Grabriela Ilie dari Division of Neurosurgery and Injury Prevention Research Office di St. Michael Hospital menyatakan, kaitan langsung antara minuman berenergi dengan kesehatan otak sebenarnya mesti dikaji lebih jauh lagi. Namun memang benar, minuman berenergi bisa membuat pemulihan cedera otak jauh lebih lama.

 

“Kalau kami pikir, kegiatan olahraga lah yang akhirnya membuat minuman berenergi erat kaitannya dengan TBI. Sebab, kemungkinan cedera saat berolahraga cukup besar, dan minuman berenergi banyak dikonsumsi sebelum berolahraga. Sehingga, bila olahraga membuat seseorang terkena benturan di kepala dan mengalami cedera otak, dan orang tersebut gemar mengonsumsi minuman berenergi, maka  proses pemulihannya akan lama, atau bahkan memperparah kondisi tersebut,” jelas Ilie.

 

Melengkapi pernyataan Ilie, ahli bedah syaraf Dr Michael Cusimano dari rumah sakit yang sama berkata, “Minuman berenergi dalam botol mengandung kadar kafein yang tinggi dan bisa mengubah keadaan kimia tubuh. Kondisi itulah yang menyebabkan pemulihan cedera otak terhambat. Terlebih bila ini terjadi pada remaja, di mana otak mereka masih dalam fase pertumbuhan, minuman berenergi bisa memperparah kondisi tersebut.”

 

Selain olahraga, tak menutup kemungkinan banyaknya kejadian yang bisa menyebabkan seseorang terkena cedera otak, seperti terjatuh, berkelahi, atau kecelakaan lain. Dan bila orang tersebut senang mengonsumsi minuman berenergi setelahnya, maka proses pemulihan akan jauh lebih lama, atau bisa jadi kondisinya tak juga membaik.

 

Bila memang tak ada urgensi, minuman berenergi sebaiknya tak sering dikonsumsi. Apalagi dikonsumsi para remaja yang sebenarnya masih memiliki banyak waktu untuk menambah vitalitas dengan beristirahat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Alasan Kulit Sering Digigit Nyamuk

4 Alasan Kulit Sering Digigit Nyamuk

Health
6 Cara Alami Mengatasi Diabetes

6 Cara Alami Mengatasi Diabetes

Health
16 Penyebab Anosmia dan Ageusia, Tak Hanya Covid-19

16 Penyebab Anosmia dan Ageusia, Tak Hanya Covid-19

Health
Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Health
Jam Olahraga yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Jam Olahraga yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Health
5 Kandungan Keju Cheddar yang Perlu Diwaspadai

5 Kandungan Keju Cheddar yang Perlu Diwaspadai

Health
10 Penyakit yang Disebabkan Stres Perlu Diwaspadai

10 Penyakit yang Disebabkan Stres Perlu Diwaspadai

Health
Berapa Lama Bronkitis Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Berapa Lama Bronkitis Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Health
3 Manfaat Kesehatan dari Keju Cheddar

3 Manfaat Kesehatan dari Keju Cheddar

Health
Teh Tidak Bisa Sepenuhnya Berguna untuk Menurunkan Berat Badan

Teh Tidak Bisa Sepenuhnya Berguna untuk Menurunkan Berat Badan

Health
6 Penyebab Gigi Sensitif

6 Penyebab Gigi Sensitif

Health
3 Efek Samping dari Konsumsi Buah Tin

3 Efek Samping dari Konsumsi Buah Tin

Health
Mengetahui dan Mempertahankan Level Gula Darah Normal

Mengetahui dan Mempertahankan Level Gula Darah Normal

Health
10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

Health
Bersyukur Saya Pernah Diabetes

Bersyukur Saya Pernah Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.