Kompas.com - 30/11/2015, 13:30 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Jangan biarkan diri Anda berlarut-larut dalam kesepian. Menurut sebuah penelitian terbaru, merasa kesepian terbukti dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat seseorang yang kesepian akan lebih mudah sakit.

Para peneliti dari Universitas Chicago dan Universitas California mengungkapkan, rasa kesepian dapat memicu perubahan sel dalam tubuh. Kemampuan tubuh untuk melawan penyakit jadi berkurang dan meningkatkan risiko peradangan.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati hubungan sosial 141 orang tua dan kaitannya dengan risiko penyakit. Penelitian yang dipublikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences ini awalnya dilakukan terhadap primata.

"Tidak hanya membuat hidup sengsara, kesepian dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental," ujar Caroline Abrahams dari Age UK.

Untuk itu, menurut peneliti, kesepian merupakan masalah kesehatan. Namun, para peneliti mengatakan, pada dasarnya orang yang kesepian sudah memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dibanding orang yang tidak kesepian.

Rasa kesepian biasanya dialami oleh orangtua ketika anak-anak mereka telah menikah dan tak lagi tinggal bersama orangtua. Penelitian menunjukkan, lebih dari satu juta orangtua mengaku belum berbicara dengan anggota keluarganya, kerabat, dan tetangga selama lebih dari satu bulan. Perilaku sosial itu menunjukkan bahwa mereka merasa kesepian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WEBMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.