Kompas.com - 06/01/2016, 16:10 WIB
Allya Siska Nadya. Dok KeluargaAllya Siska Nadya.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Awal Agustus 2015 menjadi hari yang paling memilukan bagi Alfian Helmy dan keluarganya. Tepatnya pada 7 Agustus 2015, untuk kali terakhir Alfian melihat wajah putri keempatnya, Allya Siska Nadya, yang akrab disapa Siska.

Siska yang lahir di Bandung, 28 Desember 1982, itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah sebelumnya menjalani terapi di klinik chiropractic di kawasan Pondok Indah.

Alfian menceritakan, mulanya Siska mengeluhkan nyeri pada leher dan tulang belakangnya. Menurut Alfian, keluhan itu mungkin saja muncul karena Siska selalu menenteng bawaan berat, yakni tas berisi laptop. Siska pun sempat menjalani fisioterapi atau sekadar pijat.

Setelah sembuh, ia kembali bekerja seperti biasa. Namun, keluhan pada bagian tulang belakang muncul lagi setelah beberapa bulan kemudian.

Siska berencana pergi ke Perancis pada 18 Agustus 2015 untuk meneruskan pendidikan S-2. Sebelum berangkat, ia ingin mengatasi masalah pada tulang belakangnya terlebih dahulu.

“Lalu dia bilang sama mamanya, kepengin kalau ke sana (Perancis) sudah enggak punya keluhan lagi. Jadi dia mau pengobatan dulu di sini (Jakarta) biar bisa fokus belajar nanti,” terang Alfian kepada Kompas.com, Rabu (6/1/2016).

Pilihan pengobatan pun jatuh pada terapi chiropractic. Pada 5 Agustus 2015, Siska mendatangi klinik terapi chiropractic di kawasan Pondok Indah karena berada tak jauh dari rumahnya. Siska menjalani konsultasi terlebih dahulu dan bertemu dengan terapis asing, Randall Caferty.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah konsultasi itu, menurut Randall, Siska perlu menjalani terapi sebanyak 40 kali dengan membayar Rp 17 juta. Namun, Siska menolak karena ia harus berangkat ke Perancis pada 18 Agustus 2015. Akhirnya, Randall menawarkan paket terapi 40 kali menjadi dilakukan dua kali sehari.

Dengan anggapan Randall adalah dokter yang ahli, Siska pun percaya dan menyetujui untuk menjalani terapi.

Keesokan harinya, pada 6 Agustus 2015, Siska kembali ke klinik pada pukul 13.00 untuk menjalani terapi chiropractic dan telah membayar biaya Rp 17 juta. Sore harinya, Siska kembali menjalani terapi dengan ditemani ibunya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Acrophobia
Acrophobia
PENYAKIT
Meningitis
Meningitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
Rahim Ganda

Rahim Ganda

Penyakit
10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

Health
Filariasis

Filariasis

Penyakit
Penyebabnya Berbeda-beda, Kenali 4 Jenis Konjungtivitis Alergi

Penyebabnya Berbeda-beda, Kenali 4 Jenis Konjungtivitis Alergi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.