Kompas.com - 19/01/2016, 11:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Dion Parratt (18) menyesal memiliki kebiasaan konsumsi lima kaleng minuman berenergi per hari. Kini ia harus mengenakan alat monitor jantung dengan elektrokardiogram (EKG) selama 24 jam setiap hari karena masalah jantung yang cukup serius.

Dion menyatakan penyesalannya di media sosial Facebook dengan mengunggah foto badannya yang dipenuhi kabel untuk monitor jantung. Ia berharap kondisinya ini bisa jadi pelajaran bagi banyak orang.

Gadis remaja ini menceritakan, ia rutin mengonsumsi rata-rata lima kaleng minuman berenergi per hari sejak usia 11 tahun. Dion mengaku menjalani diet dan minum lima kaleng untuk menambah energinya. Ia yakin, kebiasaannya itu yang membuat kondisi jantungnya kini dalam masalah serius.

Dion sempat pingsan, mengalami tekanan darah rendah, dan denyut jantungnya sangat lemah. "Ini yang terjadi ketika Anda menghabiskan masa kecil dengan minum minuman energi," tulis Dion di Facebook.

Dion terpaksa mengenakan kabel yang terhubung ke mesin EKG agar dokter mudah memantau detak jantungnya. Ia juga mengimbau para orangtua untuk melarang anak mereka konsumsi minuman berenergi yang berlebihan.

"Dan para orang tua, siapa saja, jangan biarkan anak-anak Anda minum minuman berenergi. Mereka harus dilarang," kata Dion.

Ahli jantung dari Rumah Sakit St Thomas, dokter Graham Jackson mengungkapkan, minuman berenergi memang mengandung kafein tinggi yang bisa membuat jantung berdetak lebih cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Dion juga beresiko mengalami keguguran. Ia mengatakan, minum dua kaleng minuman berenergi per hari saja sudah menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan kafeinnya bisa mencapai 800 mg kafein.

"Batasnya sampai 400 mg kafein masih dalam tingkat aman. Lebih dari itu, Anda jantung Anda mungkin akan berdebar-debar," kata Jackson.

Sayangnya, menurut Jackson kebanyakan anak muda baru berhenti kebiasaan konsumsi minuman berenergi setelah ada masalah serius.

Sementara itu, peneliti Spanyol memperingatkan, rutin konsumsi minuman berenergi satu kali per hari saja sebenarnya bisa memicu detak jantung tidak menentu dan serangan jantung pada remaja sehat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.