Kompas.com - 25/01/2016, 10:03 WIB
KOMPAS.com - Tak hanya ibu, ayah yang mengalami depresi saat sang istri hamil ternyata juga berisiko membuat bayi yang dilahirkan menjadi prematur atau berat badan rendah. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di Swedia dan dipublikasikan dalam jurnal BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 350.000 kelahiran pada tahun 2007-2012. Peneliti mengamati bayi-bayi yang lahir sangat kecil, yaitu antara 22 dan 31 minggu kehamilan dan kelahiran prematur sedang, yaitu pada 32-36 minggu kehamilan.

Penelitian menunjukkan, kasus baru maupun depresi berulang pada ibu meningkatkan risiko kelahiran prematur sedang sekitar 30-40 persen.

Sementara itu, depresi pada ayah meningkatkan risiko kelahiran bayi sangat prematur sebesar 38 persen. Meski demikian, depresi berulang pada ayah tidak memengaruhi kelahiran prematur.

Menurut Prof Andres Hjern dari Centre for Health Equity Studies, Stockholm, depresi yang terjadi pada ayah juga menjadi sumber stres bagi ibu hamil. "Menurut penelitian kami, hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko kelahiran sangat prematur," ujar Andres.

Bahkan, menurut penelitian, depresi pada calon ayah atau dikenal dengan depresi paternal juga memengaruhi kualitas sperma dan efek epigenetik pada DNA bayi. Selain itu juga memengaruhi fungsi plasenta. Namun, risiko menurun jika terjadi depresi berulang pada ayah dan depresi diobati.

Menanggapi penelitian ini, dokter kandungan dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG), Patrick O'Brien mengimbau pasangan suami istri, khususnya ketika masa kehamilan untuk menghindari depresi.

Jika mengalami perubahan suasana hati, mudah marah, dan cemas, segera konsultasi ke dokter dan menangani masalahnya. Mencegah akan jauh lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber The Mirror

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.