Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/03/2016, 19:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dewan Pengawas San Francisco sudah membulatkan suara pada minggu ini untuk melaksanakan undang-undang baru terkait usia legal merokok.

San Francisco bersama dengan Boston, New York, dan lebih dari 100 kota lainnya di AS resmi akan menaikkan usia minimum untuk membeli rokok, e-rokok, serta produk yang berhubungan dengan tembakau.

Pada 1 Januari lalu, Hawai telah lebih dulu menjalankan kebijakan ini dan menjadi negara AS pertama yang menaikkan usia merokok dari 18 menjadi 21 tahun.

Kebijakan ini dianggap penting. Pasalnya, bila dilihat dari perspektif kesehatan, remaja usia 15 dan 17 adalah yang paling rentan terhadap kecanduan rokok, karena adanya bagian otak yang masih berkembang, menurut sebuah studi yang dirilis oleh Institute of Medicine.

Meskipun sebagian besar anak usia sekolah menengah dan siswa SMA di Amerika Serikat tidak pernah merokok, 48% dari mereka melaporkan telah terpapar asap rokok, menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention.

Menurut The American Academy of Pediatric, meningkatkan usia minimum merokok mampu mengurangi risiko kematian dini sebanyak 250.000 kasus dan mengurangi 50.000 kematian akibat kanker paru-paru di antara orang-orang yang lahir antara tahun 2000 dan 2019.

“Ini menandakan tidak akan ada siswa SMA yang boleh membeli dan menghirup tembakau,” kata Dr Karen Wilson, seorang profesor pediatri di Rumah Sakit Anak Colorado.

"Selama ini, banyak anak-anak di bawah 18 tahun yang mendapatkan tembakau dari kakak kelas mereka yang usianya lebih dari 18 tahun,” katanya.

Wilson juga mengatakan, ada beberapa bukti bahwa paparan nikotin (baik secara langsung atau melalui asap rokok) akan mempengaruhi otak remaja dan membuat mereka lebih mungkin kecanduan nikotin di masa depan.

"Tembakau bisa dibilang adalah zat yang paling adiktif di bumi," kata Dr Sanjay Gupta, CNN chief medical correspondent.

"Tidak peduli berapa usia Anda, merokok adalah salah satu hal terburuk yang dapat Anda lakukan untuk tubuh Anda."
Hanya 20 menit setelah Anda memutuskan untuk tidak merokok, detak jantung dan tekanan darah mulai menurun.

Dalam 24 jam, risiko penyakit jantung juga ikut turun. Dua minggu kemudian, fungsi paru-paru Anda kembali membaik dan Anda akan merasa lebih sehat. Setelah lima tahun, risiko kanker menurun.

Bahkan, pada 20 tahun kemudian, menurut beberapa penelitian, kesehatan Anda sama dengan orang yang tidak pernah merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+