Kompas.com - 18/03/2016, 15:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Seorang remaja wanita berusia 17 tahun hampir saja kehilangan nyawanya karena menggunakan tampon, sejenis pembalut berbentuk lonjong yang digunakan saat menstruasi.

Saat itu, usia Peyton Cables masih 15 tahun. Mulanya, remaja asal California itu mengeluh sangat sakit saat menstruasi. Cables muntah-muntah, demam hingga 39,5 derajat celcius, hingga pingsan. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit Ventura County Medical Centre di California dan mendapat perawatan intensif.

Dokter menemukan tubuh Cables membengkak dan detak jantungnya seperti bayi. Cables juga mengalami keracunan darah sehingga terkena gagal ginjal dan hati.

"Lidah saya putih, kemudian berubah merah. Tenggorokan saya juga sangat sakit. Mereka memberi saya minum, tapi saya sakit saat menelan," kata Cables seperti dikutip dari Dailymail.

Dokter mendiagnosis Cables dengan toxic shock syndrome (TSS), yaitu infeksi bakteri langka yang bisa menyebabkan kematian. Bakteri yang membahayakan itu adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Bakteri tersebut akan masuk ke aliran darah dan bisa menyerang organ-organ tubuh yang lain.

Cables pun terus diberi antibiotik oleh dokter agar tubuhnya mampu melawan bakteri jahat. Beruntung, Cables mampu melalui masa sulitnya. Dokter mengatakan, infeksi bakteri itu bisa berasal dari penggunaan tampon.

Padahal, Cables mengaku tak pernah menggunakan tampon lebih dari 8 jam seperti yang dianjurkan. Setelah terkena TSS, Cables aktif mensosialisasikan risiko penyakit menggunakan tampon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X