Pastikan Anda Tidak Hamil Saat Gunakan Obat Jerawat

Kompas.com - 27/04/2016, 15:45 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - "Ketika pertama kali saya meresepkan obat tersebut pada tahun 1980-an, saya sangat hati-hati karena takut akan efek samping dari obat tersebut," Dr David Henry dari Institute for Clinical Evaluative Sciences di Toronto mengatakan kepada Reuters Health.

 

Namun, kini sejumlah penelitian dari beberapa negara telah menunjukkan bahwa wanita yang diresepkan isotretinoin tidak menyadari atau mungkin mengabaikan tentang anjuran untuk menunda kehamilan hingga perawatan dengan obat tersebut selesai.

 

Henry dan rekannya melihat kembali catatan resep yang dibuat dari tahun 1996 hingga 2011 untuk memperkirakan seberapa sering kehamilan terjadi saat wanita menjalani pengobatan dengan isotretinoin.

 

Mereka juga melihat berapa banyak wanita yang diberikan resep kontrasepsi oral sebelum dan selama menggunakan isotretinoin.

 

Dari hampir 60.000 wanita yang menerima resep isotretinoin, sebanyak 55 persen tidak mencoba obat obat jerawat dengan dosis yang lebih ringan terlebih dahulu.

 

Hal tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran anjuran penggunaan isotretinoin karena isotretinoin seharusnya digunakan saat obat jerawat dosis rendah sudah tak mempan.

 

Peneliti juga mendapati bahwa hanya sekitar 28 sampai 36 persen wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama pengobatan isotretinoin.

 

Dari 1.473 kehamilan yang tercatat selama periode studi ini, 118 kasus (8 persen) menghasilkan kelahiran hidup, 290 kasus (20 persen) mengakibatkan keguguran, 1.041 kasus (71 persen) yang berakhir dengan aborsi yang salah satu penyebabnya ialah cacat pada janin, serta 11 kasus (9 persen) dari bayi hidup memiliki cacat lahir.

 

"Praktisi medis dan pasien harus terus diingatkan tentang risiko isotretinoin untuk janin dan harus mematuhi anjuran penggunaan kontrasepsi yang efektif," kata para peneliti.

 

"Ada persyaratan yang sangat jelas untuk meresepkan dan mengeluarkan obat jerawat isotretinoin untuk wanita muda," kata Henry.

 

Henry menekankan bahwa perempuan dan dokter mereka perlu melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk meminimalkan risiko selama kehamilan, dan untuk memantau kehamilan selama dan setelah pengobatan.

 

Dr Bruno Stricker dari Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda, mengatakan kepada Reuters Health, "Pada dasarnya, ada tiga pilihan, yaitu tidak hamil selama pengobatan, atau tidak menggunakan resep isotretinoin, atau penggunaan resep isotretinoin perlu izin tertulis dan tes kehamilan."

 

Di Amerika, FDA meminta perempuan untuk mendaftar di iPLEDGE untuk melengkapi formulir perjanjian dan menerima konseling tentang risiko yang terkait dengan obat jerawat isotretinoin. Hanya resep terdaftar dan apoteker bersertifikat yang bisa meresepkan dan mengeluarkan isotretinoin.


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X