Kompas.com - 23/05/2016, 21:59 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Label nutrisi pada makanan, terutama di Amerika, akan terlihat berbeda dalam dua tahun ke depan. Langkah ini diharapkan akan membantu konsumen dalam membuat keputusan yang lebih sehat.

Pekan lalu, Michelle Obama membuat pengumuman tentang perubahan label nutrisi yang dianggap tak relevan dan telah mendapatkan persetujuan dari FDA.

Label baru diharapkan lebih memudahkan konsumen dalam melihat berapa banyak kalori yang dimakan melalui huruf yang lebih besar dan bercetak tebal. Selain itu, produsen juga harus mencantumkan berapa banyak kandungan gula yang terdapat pada makanan mereka.

Perubahan ini mengacu pada belum berubahnya label nutrisi dalam dua dekade terakhir. Tidak seperti pedoman diet yang harus dikaji ulang setiap lima tahun, memang belum ada persyaratan hukum untuk meninjau kembali pembuatan label nutrisi.

FDA mengatakan perubahan label adalah "langkah besar” mengingat lebih dari dua-pertiga orang dewasa dianggap kelebihan berat badan atau obesitas.

"Label nutrisi yang diperbarui akan membuat konsumen lebih mudah dalam melihat kandungan kalori dan nutrisi," kata Komisaris FDA Dr. Robert Califf.

“Membuat pilihan yang lebih baik adalah salah satu langkah yang paling penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan obesitas."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Label nutrisi baru akan memprioritaskan apa yang konsumen butuhkan, seperti kalium dan vitamin D, kalsium dan zat besi.

Beberapa nutrisi penting tersebut kerap terlupa dan banyak orang yang ditemukan kekurangan zat gizi tersebut dalam diet mereka.

Pasalnya, label nutrisi yang saat ini ada, rata-rata hanya menekankan kandungan Vitamin C dan A, padahal kasus kekurangan vitamin tersebut kini sangatlah jarang.

Langkah ini, diharapkan bisa membawa perubahan positif bagi konsumen dan diharapkan segera diterapkan di banyak negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.