Kompas.com - 23/06/2016, 14:26 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Reserse Kriminal Polri tengah mengusut kasus beredarnya vaksin palsu di Tangerang, Bekasi, dan Jakarta. Sejauh ini, sudah ada tujuh tersangka yang diamankan.

Ditemukannya vaksin palsu barangkali membuat para orangtua khawatir saat sang anak harus mendapat imunisasi. Namun, jangan sampai kekhawatiran itu membuat orangtua tak membawa anaknya untuk diberi vaksin.

"Jangan sampai gara-gara begini, orangtua khawatir berlebihan, anaknya enggak divaksinasi. Itu bisa lebih bahaya lagi karena manfaat vaksin jauh melebihi risikonya," ujar Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/6/2016).

Vaksinolog lulusan University of Siena, Italy ini mengatakan, untuk meminimalkan risiko mendapat vaksin palsu, lakukanlah imunisasi di tempat yang memang sudah ditunjuk secara resmi oleh pemerintah, seperti puskesmas dan rumah sakit besar. Hindari dulu vaksinasi di klinik-klinik kecil.

Orangtua juga boleh saja meminta ditunjukkan kemasan vaksin sebelum diberikan pada anak. Selain orangtua, para tenaga medis juga harus jeli jika melihat ada perbedaan kualitas cetakan label di kardus maaupun botol vksin. Secara fisik, juga bisa dilihat apakah cairan vaksin jernih atau sudah keruh.

Dirga mengatakan, selama ini produksi vaksin hingga didistribusikan dan sampai ke masyarakat sebenarnya sudah sangat terjaga. Hanya saja, dengan adanya kasus ini, pengawasan pun sebaiknya perlu diperketat.

"Pemerintah, Kemenkes, BPOM harus proaktif, mungkin lebih sering diadakan sidak untuk ambil sampling vaksin asli atau palsu," kata Dirga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dirga berharap, polisi dapat segera mengusut tuntas kasus vaksin palsu dan peredaran vaksin palsu tidak terjadi secara meluas, sehingga tidak memengaruhi cakupan imunisasi nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trikotilomania
Trikotilomania
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.