Kompas.com - 24/06/2016, 09:48 WIB
shutterstock
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan 10 tersangka praktik penyebaran vaksin palsu bagi anak balita yang diduga sudah meluas.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal (Pol) Agung Setya mengungkapkan, Bareskrim menangkap 10 tersangka, terdiri dari 5 produsen, 2 kurir, 2 penjual atau distributor, dan 1 pencetak label.

"Selain 10 tersangka, tiga orang di Subang, Jawa Barat, yang diduga mengedarkan vaksin palsu, kini juga diperiksa," ujarnya.

Polisi menangkap empat orang produsen vaksin palsu di tiga lokasi berbeda. Mereka adalah P, ditangkap di Puri Bintaro Hijau, Tangerang Selatan; S ditangkap di Bekasi Timur, Jabar; serta dua produsen suami-istri, H dan R, yang ditangkap di Kemang, Jakarta Selatan.

"Jaringan itu melibatkan tiga kelompok produsen vaksin palsu," kata Agung.

Menurut keterangan tersangka, vaksin palsu itu menggunakan botol bekas vaksin yang diisi larutan buatan oleh tersangka. Label kemasan dicetak di percetakan di Kalideres, Jakarta Barat.

"Larutan dibuat dengan mencampurkan antibiotik Gentacimin dengan cairan infus, dimasukkan ke botol vaksin bekas dan diberi label. Ada pula cairan yang ditambahkan vaksin tetanus," kata Agung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vaksin palsu yang ditemukan antara lain vaksin campak, BCG (Bacille Calmette-Guerin), tetanus, dan hepatitis. Bisnis vaksin palsu itu diperkirakan menghasilkan keuntungan Rp 25 juta bagi produsen dan Rp 15 juta bagi distributor per minggu.

Beberapa vaksin palsu yang disita antara lain 195 bungkus vaksin hepatitis B, 221 botol vaksin pediacel, 364 botol pelarut vaksin campak kering, 81 bungkus vaksin menetes polio, 55 vaksin antisnake di plastik, dan bahan baku pembuatan vaksin.

"Kemasan kardus (vaksin palsu) tak sesempurna aslinya. Harganya Rp 200.000-Rp 400.000 lebih murah dari harga vaksin asli yang berkisar Rp 900.000," kata Agung.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Juni 2016, di halaman 1 dengan judul "Perketat Pengawasan Vaksin".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Bisinosis
Bisinosis
PENYAKIT
Penis Patah
Penis Patah
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.