Kompas.com - 26/06/2016, 16:07 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bunuh diri dapat dicegah dengan mengenali faktor risiko dan tanda-tandanya. Butuh kepekaan orang terdekat maupun orang sekitar untuk mengenali tanda-tandanya.

Dokter spesialis kedokteran jiwa Nurmiati Amir mengatakan, biasanya bunuh diri terjadi pada saat depresi. Saat depresi, seseorang akan merasa sedih luar biasa, merasa tidak ada harapan, tidak ada masa depan dalam hidupnya.

Orang tersebut juga menjadi lebih sering bicara tentang kematian dan mengalami perubahan perilaku.

"Itu sudah tanda-tanda yang enggak bisa kita anggap enteng. Kata-kata akan bunuh diri itu juga tidak bisa kita anggap bercanda. Pada orang depresi itu (bunuh diri) bisa ia lakukan," kata Nurmiati.

Mereka yang berpikir untuk bunuh diri juga sering berbicara seperti orang putus asa, sering menyalahkan diri sendiri, mengembalikan barang-barang pinjaman, meminta maaf pada banyak orang, menarik diri dari lingkunganya, hingga tiba-tiba menelepon orang-orang terdekat atau yang disayangiya.

Menurut Nurmiati, hal itu merupakan tanda-tanda dini yang tak boleh diabaikan jika terjadi pada orang-orang berisiko, seperti mengalami depresi, muaupun memiliki gangguan jiwa.

"Ketika itu kita serius berbicara dengan dia, apa masalah kamu, kenapa kamu bicara seperti itu, kita punya masa depan, keluarga, dan sebagainya," ujar Nurmiati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jangan menghakimi dan menyalahkan orang yang berniat bunuh diri. Jadikanlah diri Anda tempat bercerita, namun tak perlu memaksa. Selain itu, bisa juga menyarankan untuk mengunjungi psikolog atau psikiater.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.