Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Faktor Risiko Bunuh Diri pada Pasien Bipolar

Kompas.com - 23/06/2016, 11:00 WIB
Dian Maharani,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Orang dengan gangguan bipolar rentan melakukan tindakan bunuh diri. Dokter spesialis kedokteran jiwa Nurmiati Amir mengungkapkan, 25-60 persen orang dengan gangguan bipolar pernnah melakukan tindakan percobaan bunuh diri satu kali dalam hidupnya.

"Kematian akibat bunuh diri sebanyak 15-20 persen. Ini yang tidak tertolong," kata Nurmiati dalam diskusi Fenomena Gangguan Bipolar Vs Fenomena Bunuh Diri di Kota Besar di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Ada beberapa faktor risiko bunuh diri yang harus diketahui bersama. Dengan mengetahui faktor risikonya, setidaknya orang-orang terdekat maupun di sekitar bisa membantu mencegah terjadinya bunuh diri.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Nurmiati mengungkapkan, percobaan bunuh diri kerap terjadi saat pasien mengalami episode depresi. Depresi merupakan salah satu episode dari gangguan bipolar yang ditandai dengan kehilangan minat dan rasa sedih berkepanjangan.

'"Sekitar 60-70 yang meningggal karena bunuh diri adalah pasien depresi," jelas Nurmiati.

Saat depresi bisa muncul halusinasi, merasa putus asa dan menyalahkan diri sendiri, hingga merasa mendapat bisikan yang mendorongnya untuk bunuh diri.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Faktor risiko bunuh diri lainnya, yaitu pasien berusia lebih muda dan bipolar yang terlambat didiagnosis.

Nurmiati mengatakan, orang dengan bipolar sering kali terlambat didiagnosis sehingga pengobatan yang tepat pun tertunda.

Selain itu, keinginan bunuh diri bisa muncul karena sering mendapat kekerasan seksual, fisik maupun verbal pada masa kanak-kanak, tidak bekerja, dan sering dipermalukan.

Baca juga: 9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

Waspadai juga jika orang dengan bipolar pernah mencoba bunuh diri sebelumnya, memiliki gangguan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan ada riwayat keluarga yang pernah melakukan tindakan bunuh diri.

Faktor yang mendorong keinginan bunuh diri juga bisa terjadi ketika ada stresor pada kehidupan terkini, seperti terkena PHK, dan tiba-tiba kehilangan orang terdekat, atau tersayang.

"Bunuh diri memang tidak bisa diprediksi secara tepat. Semakin banyak faktor risiko, kemungkinan bunuh diri semakin besar. Tapi bunuh diri bisa dicegah," kata Nurmiati.

Untuk itu, orang dengan gangguan bipolar harus rutin minum obat. Dengan minum obat secara teratur, gangguan mood atau suasana hati bisa dikendalikan dengan baik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
PCO Sebut Prabowo Lakukan 3 Strategi Hadapi Tarif Impor AS, Apa Saja Itu?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau