Kompas.com - 18/07/2016, 18:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kecuali sedang hamil, periode haid seorang wanita harusnya datang setiap bulan dalam batasan 21-40 hari.

Periode haid yang tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali, seharusnya membuat Anda waspada dan bertanya-tanya. Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya.

Dokter kebidanan dan kandungan Alyssa Dweck, M.D., penulis buku V is for Vagina, memaparkan kemungkinan alasan mengapa periode haid Anda berakhir atau menjadi kacau-balau.


Kehilangan Berat Badan atau Latihan berlebihan

"Jika indeks massa tubuh Anda di bawah 18 atau 19, Anda mungkin akan kehilangan periode menstruasi."

Hilang atau tidak teraturnya periode menstruasi, tidak sepenuhnya bersandar pada indeks massa tubuh. Kondisi gangguan makan yang serius seperti anoreksia dan bulimia juga dapat menyebabkan haid tidak teratur atau berhenti. Begitu juga olahraga berlebihan atau di luar kemampuan Anda.

"Alam memiliki cara untuk melindungi Anda dari kemungkinan untuk hamil jika tubuh Anda berada di bawah tekanan yang ekstrim. Tubuh Anda akan mencegah terjadinya ovulasi dengan cara menurunkan produksi estrogen sehingga lapisan rahim tidak menebal di saat periode ovulasi. Hal inilah yang kemudian menyebabkan Anda tidak mendapatkan menstruasi, "kata Dweck.


Stres

Sebuah peristiwa yang menakutkan dan membuat Anda tertekan dapat menyebabkan gangguan di hipotalamus. "Daerah ini adalah daerah khusus di mana banyak hormon menstruasi Anda diatur," kata Dweck.

"Hipotalamus sangat dipengaruhi oleh stres." Jadi, jika Anda sedang berhadapan dengan peristiwa besar, kematian dalam keluarga, perpisahan atau momen kehidupan lainnya yang yang membuat Anda tidak bahagia, bisa menjadi penyebab menstruasi Anda terlambat atau tidak datang sama sekali.


Ketidakseimbangan Tiroid

Kelenjar tiroid, yang terletak di leher Anda, bertugas untuk mengatur metabolisme. Tiroid juga berinteraksi dengan banyak sistem lain di dalam tubuh Anda untuk menjaga segala sesuatunya berjalan lancar.

"Jika Anda mengalami ketidakseimbangan tiroid, apakah itu hipo atau hipertiroidisme, ini dapat berefek pada periode menstruasi dan dokter akan dapat membantu Anda membereskannya," kata Dweck.


Gejala Ovarium Polikistik

PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan kurangnya ovulasi, sehingga kadar estrogen, progesteron dan testosteron menjadi tidak seimbang atau berubah.

"Para dokter kebidangan dan kandungan telah banyak menyaksikan hal ini, dengan derajat ketidakseimbangan yang berbeda-beda. Ovarium polikistik dapat menyebabkan Anda tidak datang bulan atau menstruasi tidak teratur," ujar Dweck.

Gejala PCOS lain di antaranya adalah pertumbuhan rambut di tempat-tempat yang tidak wajar bagi wanita seperti wajah dan dada, kesulitan menurunkan berat badan, dan menimbulkan masalah kesuburan. Dokter dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini.


Penyakit Kronis Seperti Celiac

Penyakit celiac mengacu pada kondisi intoleransi gluten. "Setiap gangguan kesehatan kronis yang tidak diobati atau tidak terdiagnosis adalah stressor bagi sistem kerja tubuh dan dapat menyebabkan periode menstruasi terhambat.”

Untuk mengetahui apakah Anda menderita intoleransi gluten, minta tolong kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan.


Metode KB pilihan Anda

Periode menstruasi tidak teratur atau tidak datang sama sekali bisa jadi merupakan efek samping dari tindakan yang Anda lakukan untuk menghindari kehamilan.

"Beberapa jenis pil KB dosis rendah bisa menyebabkan kurangnya menstruasi dan ini tidak berbahaya," kata Dweck.

Hal yang sama berlaku untuk metode KB lainnya seperti IUD hormonal, implan, atau suntikan. Periode menstruasi akan kembali teratur begitu Anda sudah berhenti menggunakan alat KB yang menyebabkan gangguan periode haid.


Menopause dini

Ketika seorang wanita yang berusia di bawah 40 mengalami penurunan kadar hormon kewanitaan secara signifikan, mereka dapat mengalami menopause dini, yang juga dikenal dengan sebutan kegagalan ovarium prematur.

Seiring dengan berkuranganya kuantitas haid, tanda-tanda lain menopause dini adalah hot flashes, berkeringat di waktu malam, dan vagina menjadi kering.

Berkonsultasilah dengan dokter kebidanan dan kandungan jika menurut Anda, Anda mengalami menopause dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rhinitis
Rhinitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.