Kompas.com - 27/11/2016, 12:05 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Para ahli menyatakan, obesitas kini menjadi penyebab utama terjadinya kasus penyumbatan mematikan di otak yang dapat memicu stroke.

Kenaikan jumlah pasien berusia 35 sampai 39 tahun meningkat hingga 147 persen. Sedangkan jumlah pasien berusia 40-an juga naik hingga 100 persen. Pada usia 50-an, 60-an, dan 70-an, stroke tampaknya menjadi penyakit yang semakin umum.

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Rutgers University di New Jersey. Mereka melibatkan lebih dari 200.000 orang dewasa di Amerika.

Jumlah pasien rumah sakit akibat kasus penyumbatan di otak ditemukan meningkat sebanyak 46 persen dalam dua dekade terakhir, yaitu dari 4.260 pasien pada tahun 2000 menjadi 6.221 pasien pada tahun lalu, dan usia pasien berkisar antara 40-54 tahun.

Tahun lalu, organisasi Stroke Association melaporkan kenaikan yang mengkhawatirkan dalam jumlah orang dewasa usia kerja yang jatuh sakit. Mereka menemukan, obesitas telah menyalip rokok sebagai pemicu utama stroke, dengan kasus yang meroket hampir setengah kali lipat di antara pria paruh baya.

Para ilmuwan dalam Journal of American Heart Association memperingatkan, stroke kini dapat membunuh dan melumpuhkan lebih banyak orang yang sedang menikmati puncak kehidupan mereka, baik dalam karier maupun rumah tangga.

Peneliti Dr Joel Swerdel dari Rutgers University mengatakan, "Orang-orang di bawah 50 tahun perlu menyadari bahwa stroke tidak hanya terjadi pada masa tua. Ini bisa lebih buruk daripada serangan jantung, dapat merenggut hidup Anda selama 30 sampai 50 tahun dengan cacat fisik.”

Para ahli mengatakan, obesitas dan pilihan makan yang buruk adalah dua hal yang perlu disalahkan. Mereka berkata, "Seseorang yang lahir pada tahun 1945 mungkin akan makan bubur atau telur untuk sarapan. Namun, generasi muda lebih mungkin untuk makan sereal bergula sehingga menjadi cenderung untuk mengonsumsi obat tekanan darah atau tablet penurun kolesterol.”

Itulah sebabnya, pilihan gaya hidup sehat sangatlah penting diwujudkan, apalagi saat usia sudah menginjak 30-an.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.