Kompas.com - 28/11/2016, 07:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Saat tekanan pekerjaan muncul, seringkali menikmati segelas kopi menjadi pilihan untuk membantu menenangkan diri. Sayangnya, pilihan itu sebenarnya tak menyehatkan.

"Kafein adalah stimulan yang mendorong tubuh untuk melepaskan hormon stres yang membuat Anda semakin tertekan dan gelisah ketimbang sebelumnya," jelas Dr Marilyn Glenville, ahli gizi dan penulis buku Natural Alternatives to Sugar.

Menghentikan kafein selama Anda mengalami stres atau cemas adalah pilihan terbaik. Namun, bagi Anda yang sudah rutin mengonsumsinya, disarankan untuk kurangi kafein secara bertahap. Pasalnya, kafein bertindak seperti obat, sehingga Anda tidak disarankan untuk berhenti tiba-tiba.

Anda bisa mengalami gejala yang cukup dramatis bila menghentikan kafein secara tiba-tiba, seperti sakit kepala, mual, kelelahan, kram otot dan depresi.

"Untuk meminimalkan efek ini, cobalah mengurangi secara bertahap. Ini jauh lebih baik untuk mengurangi stres perlahan-lahan. Mulailah dengan memotong setengah porsi dari total asupan kopi per hari, dan kemudian secara bertahap beralih tanpa kafein,” lanjut Glenville.

Lalu, Glenville menambahkan, perlahan-lahan ganti dengan minuman lain seperti teh herbal. Walau ada jenis kopi tanpa kafein, idealnya, Anda perlu “menghilangkan” kopi walau tanpa kafein bila ingin meredakan stres.

Pasalnya, kopi mengandung stimulan lainnya, yaitu theobromine dan teofilin, yang juga memiliki efek “penambah” cemas dan stres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.