5 Strategi Makan untuk Redakan Keluhan Menstruasi

Kompas.com - 16/12/2016, 12:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Setiap wanita tentu sudah akrab dengan apa yang terjadi saat menstruasi; kram perut, keinginan makan lebih menggebu-gebu sehingga pola makan sehat menjadi seperti sebuah perjuangan maha berat, bahkan ada beberapa wanita yang mengalami nyeri otot.

Kabar baiknya, hanya dengan sedikit penyesuaian kecil dalam pola makan, Anda tak perlu lagi bersusah payah ketika memertahankan diet sehat, yang selama ini terjadi selama seminggu setiap bulannya.

Berikut adalah perubahan kecil yang bisa Anda terapkan untuk meredam naiknya nafsu makan, menyelamatkan lingkar pinggang dan meringankan rasa sakit saat sedang haid.


1. Fokus pada protein rendah lemak dan serat

Fokus pada protein dan serat dapat membantu gula darah Anda tetap stabil. Gula darah yang stabil akan membantu mengimbangi keinginan makan Anda, kata Jaclyn London, M.S., R.D., ahli gizi senior di Rumah Sakit Mount Sinai di New York.

Saat keinginan ngemil mencapai puncaknya di waktu sore, cobalah ngemil buah pir dengan satu sendok makan mentega almond, atau sebuah apel dengan sepotong keju.

2. Menyusun strategi makan

Ketika Anda sedang menstruasi, London menyarankan agar Anda mengubah jadwal makan yang tiga kali sehari menjadi lebih sering, namun dalam porsi lebih sedikit setiap kali makan.

"Ini akan membantu mengurangi nafsu makan berlebih Anda dan meringankan kram serta mual yang mungkin terjadi menyertai menstruasi," kata London.

3. Singkirkan kembung dengan makanan dan minuman

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X