Kompas.com - 13/01/2017, 09:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selain karena kandungannya yang tak sehat, minuman keras nyatanya juga memicu Anda untuk mengonsumsi makanan tak sehat, sehingga risiko menurunnya kesehatan menjadi dua kali lipat.

Minum semestinya dapat menekan nafsu makan kita, tetapi nyatanya minuman keras justru merangsang "sirkuit makan" di otak, ahli menemukan.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, peneliti mendapati, seseorang yang baru saja mengonsumsi alkohol, cenderung tidak dapat menolak untuk menikmati satu bungkus biskuit, kebab, burger, hingga pizza. Makanan “junk food” yang rendah nutrisi dan kaya kalori umumnya menjadi pilihan.

Dalam uji coba yang juga dilakukan pada tikus yang diberikan alkohol setara dengan tujuh pint, sel-sel otak tikus mempromosikan rasa kelaparan yang berujung pada sesi makan sebanyak-banyaknya.

Tapi ketika sirkuit tersebut ditekan menggunakan obat, tikus berhenti mengonsumsi makanan.

Peneliti utama Denis Burdakov, dari Francis Crick Institute di London, mengatakan, “Data tim mengungkapkan bahwa minuman keras dapat menahan sinyal kelaparan di otak, dan ini menjelaskan alasan biologis mengapa peminum kerap mengonsumsi lebih banyak makanan.”

Sehingga, mengonsumsi alkohol dinyatakan sebagai salah satu penyebab kenaikan berat badan yang “sempurna”.

Menjadi gemuk dapat meningkatkan risiko seseorang untuk alami diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit hati dan beberapa kanker yang umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber The Sun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.