Kompas.com - 19/01/2017, 13:37 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendengar mandi untuk pemulihan setelah olahraga berat? Mandi air dingin dan panas direkomendasikan untuk pemulihan. Konsep dari "recovery shower" adalah suhu berubah-ubah dari panas ke dingin.

Apakah ini efektif menstimulasi sirkulasi darah dan membantu pemulihan otot? "Ada jawaban ya dan tidak untuk pertanyaan ini," kata Dr Kristin Maynes, PT, DPT. "Kita semua harus ingat bahwa setiap tubuh itu berbeda dan mungkin bereaksi berbeda terhadap suatu terapi," lanjutnya.

"Recovery shower merupakan bantuan efektif untuk otot atau cedera agar pulih. Namun ini hanya disarankan untuk orang tanpa cedera akut," katanya.

Karena merupakan cara pemulihan yang baik, jika sedang cedera, Anda harus berkonsultasi dulu dengan seorang ahli fisioterapi. "Jika tak ada cedera, ini dapat mempercepat proses pemulihan, menjaga mobilitas tubuh dan mencegah kekakuan," tuturnya.

"Setelah olahraga, Anda mulai dengan yang dingin, rendam air dingin atau pancuran dingin untuk membantu menurunkan inflamasi di otot, persendian dan tendon," kata Dr Maynes.

Olahraga membuat inflamasi di bagian-bagian tubuh ini. Tak baik jika keadaan inflamasi itu dibiarkan dalam waktu lama.

Air dingin secara lokal menurunkan aliran darah, mengurangi inflamasi, membuat kaku otot dan persendian sehingga mengurangi nyeri (seperti memberi es pada saat cedera). Ini sangat penting untuk pemulihan segera dan bagus untuk tahap akut cedera atau segera setelah olahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini seperti tombol pause dalam proses penyembuhan untuk mengurangi respon cepat tubuh terhadap cedera yang dapat menyakitkan," katanya.

Kemudian air dialihkan ke panas. "Ini akan memperbaiki pemulihan otot dan persendian untuk membuang semua sel inflamasi, sel-sel mati , jaringan tisu yang rusak dan sebagainya. Juga memperbaiki kesehatan tulang," katanya.

Berpindah dari dingin ke panas juga membantu mengatasi kekakuan. Ini bermanfaat khususnya ketika kita sulit berjalan setelah menjalani olahraga berat. "Ini juga dapat membantu memperbaiki mobilitas struktur tubuh. Ini sangat membantu untuk tahap cedera subakut dan kronis," katanya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Batu Ginjal
Batu Ginjal
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.