Kompas.com - 19/01/2017, 18:05 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Demensia adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan adanya perubahan cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Seringkali, memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh.

Sebuah studi jangka panjang dan besar yang dimuat dalam jurnal Neurology memperkuat hubungan tersebut.

Tim peneliti mengukur kadar vitamin D dari hampir 1.700 orang dewasa dan terus memantau kesehatan mereka selama lebih dari lima tahun.

Peneliti menemukan, mereka yang kekurangan vitamin D, 53 persen lebih mungkin menderita demensia dibandingkan mereka yang cukup vitamin D.

Selain itu, orang yang kekurangan vitamin D, 70 persen lebih mungkin untuk menderita Alzheimer, yang merupakan bentuk paling umum dementia.

Menurut penelitian ini juga, orang-orang yang dengan kadar vitamin D paling rendah, 125 persen lebih berisiko demensia dibandingkan mereka yang cukup vitamin D.

Para penulis penelitian mengatakan, bahwa mereka agak terkejut dengan temuan tersebut. Meskipun mereka sudah tahu mengenai hubungan antara kekurangan vitamin D dengan risiko demensia, mereka tidak menyangka faktor risikonya setinggi ini, kata penulis studi David Llewellyn, PhD, dari University of Exeter Medical School di Inggris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Vitamin D dapat membantu menyingkirkan faktor pemicu penyakit Alzheimer," jelas Llewellyn. Dia mengatakan, informasi ini didasarkan pada penelitian laboratorium terhadap hewan.

Masih belum jelas apakah mekanisme yang sama bekerja pada manusia. Karena itu, Llewellyn mengatakan, terlalu dini untuk merekomendasikan konsumsi suplemen vitamin D.

Llewellyn menyarankan, agar kita memenuhi kebutuhan vitamin D dari sumber alami yaitu makanan dan beraktivitas di luar rumah secara teratur terutama di waktu pagi.

Ikan berminyak (seperti salmon) dan paparan sinar matahari adalah dua sumber alami vitamin D, katanya. Susu yang diperkaya vitamin D (atau susu kedelai) dan telur, adalah sumber vitamin D lainnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kebutaan
Kebutaan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.