Kompas.com - 21/01/2017, 12:00 WIB
Pebalap sepeda BMX Indonesia, Toni Syarifudin (kanan, helm merah), bersama dua pebalap dari negara lain, tengah menjajal trek supercross Deodoro Olympic Park, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (16/8/2016), sebagai persiapan lomba balap sepeda nomor BMX pada Olimpiade Rio. CDM INDONESIAPebalap sepeda BMX Indonesia, Toni Syarifudin (kanan, helm merah), bersama dua pebalap dari negara lain, tengah menjajal trek supercross Deodoro Olympic Park, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (16/8/2016), sebagai persiapan lomba balap sepeda nomor BMX pada Olimpiade Rio.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sebagai atlet, pekerjaan utama mereka adalah berlatih dan berkompetisi di bidang olahraga. Meski demikian, ternyata mereka juga tak luput dari gangguan jantung.

Latihan yang berat dianggap memicu kerusakan pada jantung atau pun disfungsi. Kondisi itu kerap tidak disadari para atlet.

Dalam sebuah penelitian selama 10 tahun, hampir empat persen atlet Olimpiade Italia mengalami gangguan jantung. Hal itu diketahui melalui pemeriksaan MRI dan CT scan, serta elektrokardiogram (ECG) untuk melihat kondisi jantung dengan lebih detil.

"Para atlet mungkin sehat, tetapi mereka juga tidak terhindarkan dari sejumlah risiko seperti sindrom kematian mendadak," kata Dr.Antonio Pelliccia, direktur sains dari Institute of Sport Medicine di Komite Nasional Olimpiade Italia.

Pelliccia dan timnya mengamati hasil pemindaian pada lebih dari 2.300 atlet selama periode Olimpiade Athena tahun 2004 dan Olimpiade Musim Dingin tahun 2014 di Rusia. Sebagai bagian dari proses penapisan sebelum bertanding, tim medis Italia melakukan evaluasi riwayat medis, uji fisik, ECG dan juga tes jantung.

Diketahui ada 92 atlet yang memiliki hasil abnormal, termasuk gangguan jantung karena keturunan, penyakit jantung koroner, hipertensi, serta gangguan irama jantung. Tim peneliti tidak melihat perbedaan berarti pada jenis olahraga yang dimainkan atlet tersebut.

Secara umum, 9 dari 92 atlet dengan gangguan jantung itu didiskualifikasi dari pertandingan dan 17 atlet hanya dilarang sementara sampai gangguannya diobati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi para atlet, ketidaknormalan pada fungsi jantung mereka tidak menunjukkan gejala berarti, bahkan tidak berpengaruh pada performa mereka.

Sejak tahun 2009, Italia memang menerapkan evaluasi kesehatan yang ketat bagi para atletnya, termasuk tes ECG. Hal itu salah satunya bertujuan untuk mencegah kematian mendadak.

Italia juga mendorong negara-negara lain melakukan hal serupa, namun kebanyakan masih belum mengetahui apakah manfaatnya sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Foxnews
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
PENYAKIT
Aritmia
Aritmia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.