Kompas.com - 31/01/2017, 18:00 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Diet Atkins dan ketogenik saat ini menjadi diet yang paling banyak dicari di Google. Sama-sama tinggi protein dan diklaim efektif menurunkan berat badan, diet manakah yang lebih baik?

Diet Ketogenik
Diet ini pada dasarnya adalah pola makan dengan memperbanyak lemak, asupan protein sedang, dan rendah karbohidrat. Hampir 75 persen dari asupan kalori harian dipenuhi dari lemak, 5-10 persen dari karbohidrat, dan sisanya protein.

Dengan membatasi karbohidrat hanya 50 gram atau kurang, diet ini akan memaksa tubuh membakar lemak untuk energi. Proses itu disebut dengan ketosis.

Dalam diet ini, kita harus terus menjalani pola makan dengan rasio rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan tinggi protein, sampai mencapai berat badan ideal. Tidak dijelaskan bagaimana cara menjaga berat barat setelah target tercapai.

Membatasi asupan karbohidrat bisa membuat kita kekurangan beberapa jenis makanan bernutrisi, seperti kacang-kacangan, kentang, sayuran, dan buah-buahan.

Menurut Edwina Clark, ahli gizi, penurunan berat badan yang cepat di awal diet bisa meningkatkan motivasi. Tetapi, sebenarnya kadar lemak dalam tubuh tidak berkurang.

"Karbohidrat disimpan dalam air, jadi saat kita mengurangi karbohidrat tubuh akan kehilangan berat air. Selain itu karbohidrat adalah sumber utama energi tubuh, sehingga jika kita membatasinya kita bisa merasa lemah, gampang tersinggung, dan sulit konsentrasi," kata Clark.

Kelebihan dari diet ini, menurut Clark, adalah asupan lemak dan protein yang tinggi membuat perut lebih lama kenyang. Proses ketosis juga menekan produksi hormon lapar.

Walau begitu, keberlangsungan diet ini dalam jangka panjang dipertanyakan. Pembatasan salah satu jenis makanan bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi.

Daftar makanan yang dikonsumsi juga terbatas sehingga bisa menyebabkan rasa bosan. "Pada akhirnya, saat tubuh sangat ingin karbohidrat, kita bisa naik berat badan lebih banyak dari pada saat dimulainya diet," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.