Kompas.com - 16/02/2017, 14:00 WIB
Polusi udara di kota Beijing, China. The BeijingerPolusi udara di kota Beijing, China.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Lebih dari separuh kematian global akibat polusi udara terjadi di China dan India pada tahun 2015.

Health Effects Institute (HEI) mencatat, polusi udara menyebabkan lebih dari 4,2 juta kematian pada tahun 2015, menjadikannya sebagai penyebab kematian tertinggi. Dari jumlah tersebut, 2,2 juta kematian terjadi di China dan India.

Penelitian yang dilakukan HEI itu menggunakan database dari Bill & Melinda Gates Foundation yang melacak perilaku, pola makan, dan faktor lingkungan, dalam kematian di 195 negara.

Menurut HEI, 92 persen populasi dunia hidup di area yang kualitas udaranya buruk. Polusi udara juga dikaitkan dengan tingginya kasus kanker, stroke, dan penyakit jantung, serta gangguan pernapasan kronik (menahun) seperti asma.

China dan India, dua negara berpenduduk terbanyak, masing-masing menyumbang 1,1 juta kematian. Walau begitu, China lebih unggul dalam hal melakukan tindakan.

Pemerintah China telah meluncurkan kampanye untuk meningkatkan kualitas udara.

Kendati demikian, China atau India sama-sama tidak merasa ada kaitan antara tingginya jumlah kematian dengan polusi udara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X