Kompas.com - 21/02/2017, 11:15 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Menurut Survey Sosial Ekonoi Nasional dan BKKBN 2015 dari keseluruhan data populasi di Indonesia, jumlah pasangan usia subur sebesar 48, 609 juta. Dari total pasangan tersebut, lebih dari 4 juta diantaranya mengalami gangguan kesuburan.

Menurut Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), Konsultan fertility FKUI-RSCM yang juga anggota tim IA-RC (Reproductive clinic) dan IA-IVF (In Vitro Fertilization) Daya Medika, pasangan suami istri dikatakan mengalami infertilitas setelah melakukan hubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa kontrasepsi, tapi tak juga mendapat kehamilan.

Penyebab infertilitas bisa berasal dari suami ataupun istri. Meski demikian, ada juga penyebab infertilitas yang tidak diketahui.

“Data terakhir menunjukkan, gangguan kesuburan karena sumbatan telur sebesar 35%, gangguan sperma sebesar 35%, gangguan pematangan sel telur 15%, dan unexplained 10%,” ungkap dokter Eko dalam acara Seminar Awam Bayi Tabung Klinik dr Sander B, Daya Medika, Jakarta.

Berbagai cara bisa dilakukan oleh pasangan suami istri untuk mendapat keturunan setelah satu tahun menikah. Salah satunya dengan mengikuti program bayi tabung.

In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung adalah proses dimana sel telur dikeluarkan dari ovarium dan dicampur dengan sperma dalam satu cawan atau tabung di laboratorium. Dengan demikian, pembuahan terjadi di luar tubuh wanita.

Biasanya, dokter menawarkan prosedur IVF jika Anda mengalami masalah kesuburan seperti berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Jika tuba falopi Anda rusak atau tersumbat atau ada masalah lain dan dokter mengindentifikasi bahwa IVF adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk membantu Anda hamil.

2. Jika pasangan Anda memiliki masalah minor permanen dengan spermanya. Masalah major pada sperma biasanya diatasi dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

3. Jika Anda telah mencoba berbagai obat kesuburan atau perawatan kesuburan lain seperti IUI, tapi tidak berhasil.

4. Jika Anda telah mencoba untuk hamil selama setidaknya dua tahun dan penyebab mengapa Anda belum hamil, belum ditemukan.


Satu siklus IVF membutuhkan waktu antara empat sampai enam minggu. Anda dan pasangan diharapkan bisa meluangkan waktu setengah hari di klinik untuk melakukan prosedur fertilisasi dan pengambilan sel telur.

Dua sampai tiga hari kemudian, Anda diminta datang lagi untuk melakukan transfer embrio ke dalam rahim, atau lima sampai enam hari dengan prosedur transfer blastosis. Setelah proses transfer ibu bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

 


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kuku Rapuh
Kuku Rapuh
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.