Kompas.com - 27/02/2017, 11:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bila Anda mengira Anda adalah orang yang sama seperti saat remaja, maka kemungkinan besar hal itu salah. Kepribadian manusia ternyata akan terus berubah sepanjang usianya.

Demikian menurut penelitian yang dilakukan selama 63 tahun, studi terpanjang mengenai kepribadian manusia yang pernah dilakukan.

Studi itu dimulai tahun 1950 oleh tim psikolog dari Universitas Edinburgh Inggris yang menganalisis data lebih dari 1.200 asesmen kepribadian pada murid-murid berusia 14 tahun.

Ada 6 ciri kepribadian yang dinilai, yakni kepercayaan diri, rasa ingin tahu, ketekunan, hasrat untuk unggul, keaslian, dan stabilitas mood.

Sekitar 63 tahun kemudian, tim peneliti melacak 174 pelajar tersebut yang saat ini rata-rata sudah berumur 77 tahun. Para responden itu lalu melakukan tes kepribadian ulang untuk mengukur 6 ciri kepribadian yang sama seperti saat mereka berumur 14 tahun. Mereka juga diminta mengajak pasangannya untuk menilai aspek yang sama.

Hasilnya ternyata jauh berbeda, dan hanya ada sedikit korelasi seperti dalam hal kestabilan mood dan rasa ingin tahu.

"Makin panjang interval antara kedua pengujian kepribadian, makin bisa berbeda hasilnya. Kepribadian akan berubah perlahan-lahan seumur hidup kita. Tapi, kepribadian di usia tua tentu sangat berbeda dengan seperti masa anak-anak," tulis peneliti dalam laporannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.