Kompas.com - 06/03/2017, 20:17 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com- Walau berat badan masih dalam kategori sehat, memiliki perut yang buncit ternyata bisa lebih berbahaya ketimbang obesitas.

Jangan senang hati dulu bila berat badan ideal tapi punya perut buncit. Pada pria dan wanita, ini akan sama berbahayanya bagi kesehatan.

Perut buncit umumnya terjadi akibat timbunan lemak. Telah banyak studi yang mengaitkan antara timbunan lemak di perut dengan risiko kesehatan.

Namun studi yang dimuat dalam Journal of American Geriatrics Society pada Februari 2017 berhasil menemukan, bahwa risiko perut buncit ternyata bisa lebih berbahaya ketimbang obesitas.

Memiliki banyak timbunan lemak perut dapat meningkatkan risiko kematian dini ketimbang orang yang kelebihan berat badan atau sedikit gemuk.

Penelitian yang melibatkan peserta multietnis ini menemukan, risiko tersebut ternyata tak memandang etnis dan usia, orang-orang dengan ukuran pinggang yang lebih besar berada pada risiko kematian yang lebih tinggi.

Studi menganalisis rasio pinggang-pinggul lebih dari 15.000 orang dewasa berusia 18 hingga 90 tahun dan menemukan orang dewasa di berat badan normal dengan perut buncit memiliki kelangsungan hidup jangka panjang terburuk, dibandingkan dengan kelompok yang kelebihan berat badan atau obesitas dengan lemak merata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apa yang studi ini soroti adalah komposisi lemak dalam tubuh," kata Shanna Levine, MD, instruktur penyakit umum di Mount Sinai School of Medicine di New York City, yang tidak terlibat dengan studi.

“Lapisan lemak yang lebih tebal di perut disebut sebagai faktor risiko sindrom metabolik, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tetapi studi ini juga menyebutkan, bahwa itu dapat meningkatkan risiko kematian akibat kardiovaskular.”

Dr Levine menambahkan, penting untuk mengikuti prinsip-prinsip kunci dari kesehatan, yaitu makan dengan baik, mempertahankan berat badan normal, dan melakukan kegiatan fisik yang dapat membantu pengurangan penumpukan lemak.

“Jangan hanya terpaku pada berat badan saja, namun apa yang Anda lihat dari keseluruhan tubuh,” imbuhnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber MSN.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.