Mengenal Trauma yang Mungkin Dialami Korban Perkosaan Reynhard Sinaga

Kompas.com - 07/01/2020, 15:00 WIB
Gambar tanpa tanggal yang dirilis oleh Kepolisian Manchester Raya pada 6 Januari 2020 memperlihatkan sosok mahasiswa Indonesia, Reynhard Sinaga. Reynhard Sinaga divonis hukuman penjara seumur hidup atas pemerkosaan terhadap 48 pria dan mendokumentasikannya. HANDOUTGambar tanpa tanggal yang dirilis oleh Kepolisian Manchester Raya pada 6 Januari 2020 memperlihatkan sosok mahasiswa Indonesia, Reynhard Sinaga. Reynhard Sinaga divonis hukuman penjara seumur hidup atas pemerkosaan terhadap 48 pria dan mendokumentasikannya.

KOMPAS.com - Berita tentang Warga Negara Indonesia bernama Reynhard Sinaga yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena melakukan perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Inggris viral di media sosial.

Pasalnya, kasus tersebut menjadi tragedi pemerkosaan berantai terbesar sepanjang sejarah Inggris.

Menurut laporan BBC, sebagian besar korban tidak bisa menerima kenyataan yang telah terjadi.

Bahkan, mereka merasa tak berguna dalam keluarga dan meninggalkan rumah. Kabar buruknya lagi, sebagian korban mengalami gangguan jiwa dan bahkan sampai berniat bunuh diri.

Efek dan dampak kekerasan seksual- termasuk perkosaan- dapat mencakup trauma fisik, emosional, dan psikologis.

Trauma mendalam

Menurut psikolog klinis dari Personal Growth, Talissa Carmelia, kasus kekerasan seksual ini tak memandang jenis kelamin atau gender.

Baca juga: Hai Perempuan, Lakukan Ini untuk Bangkit dari Trauma Kekerasan...

Pria maupun wanita juga bisa menjadi korban dan mengalami dampak yang sama seperti korban lainnya seperti trauma, depresi, kecemasan dan sejenisnya.

"Mungkin, mereka akan mengalami beberapa tantangan yang berbeda dibandingkan dengan perempuan dari sisi perlakuan sosial atau stereotype kepada pria maupun mengenai sisi maskulin prianya," ucap Talissa.

Talissa juga mengatakan, pria yang menjadi korban kekerasan seksual cenderung akan merasa bersalah (guilty) dan mempertanyakan dirinya sendiri bahwa seharusnya mereka cukup kuat dan melawan.

"Mereka akan cenderung menarik diri atau menghindar dari hubungan dengan orang lain karena takut dengan judgement dan respons sosial di sekitarnya," tambahnya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X