Kompas.com - 17/08/2020, 15:04 WIB
Ilustrasi rambut berketombe vchalIlustrasi rambut berketombe

KOMPAS.com - Ketombe menjadi masalah rambut dan kulit kepala yang umum terjadi pada pria maupun wanita.

Sebenarnya, ketombe adalah kondisi umum yang menyebabkan kulit kepala mengelupas. Kondisi ini umumnya tidak serius maupun menular.

Namun, hal yang paling mengganggu dari ketombe adalah rasa gatal pada kulit kepala.

Baca juga: 5 Penyebab Gatal di Kulit Kepala, Bukan Hanya Ketombe

Selain itu, serpihan yang timbul akibat hal ini juga kerap membuat malu penampilan.

Terlebih lagi, ketombe sering menjadi kondisi yang sulit diatasi dan membandel.

Jika yang terjadi adalah ketombe ringan, kita bisa mengatasinya dengan sampo harian yang lembut.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Apa Penyebab Ketombe?
Ketombe mungkin bukan kondisi medis yang menimbulkan kegawatan. Tapi, kondisi ini bisa membuat malu. Lalu, apa penyebab ketombe?
Bagikan artikel ini melalui

Tapi jika ketombe membandel, mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau menggunakan sampo obat.

Ini karena penggunaan sampo anti-ketombe yang dijual di pasaran mungkin hanya menghilangkan gejalanya untuk sementara tapi kemudian akan kembali lagi.

Penyebab ketombe

Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti ketombe tidak diketahui secara pasti.

Melansir dari Medical News Today, salah satu teori menyebut bahwa ketombe berkaitan erat dengan produksi hormon. Pendapat ini muncul karena biasanya ketombe muncul pada masa pubertas.

Meski begitu, beberapa hal ini juga bisa jadi penyebab ketombe.

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik terkait erat dengan infeksi jamue Malassezia. Jamur ini biasanya hidup di kulit kepala dan memakan minyak yang dikeluarkan folikel rambut.

Orang dengan dermatitis seboroik biasanya mengalami iritasi, kulit berminyak, dan cenderung berketombe.

Baca juga: 7 Cara Alami Membasmi Ketombe yang Membandel

Ciri Anda mengalami kondisi ini adalah kulit menjadi merah, berminyak, dan tertutup sisik putih atau kuning.

Pada beberapa kasus, infeksi jamur ini dapat menjadi terlalu aktif dan menyebabkan kulit kepala yang teriritasi menghasilkan sel kulit ekstra.

Akibatnya, sel kulit ekstra ini mati dan rontok kemudian bercampur dengan minyak dari rambut dan menghasilkan ketombe.

2. Jarang menyisir rambut

Jarang menyisir rambut meningkatkan risiko ketombe. Ini karena proses menyisir rambut membantu pengelupasan kulit kepala secara normal.

3. Kulit kering

Orang dengan jenis kulit kering lebih cenderung mengalami ketombe.

Kulit kering juga merupakan penyebab umum kulit kepala gatal dan mengelupas.

Biasanya, ketombe yang berasal dari kulit kering cenderung memiliki serpihan yang lebih kecil dan tidak berminyak.

4. Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut

Pada beberapa orang, produk perawatan rambut justru dapat memicu ketombe. Tak hanya itu, beberapa produk dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, gatal, dan bersisik.

5. Kurang atau terlalu banyak keramas

Sering keramas dapat menyebabkan ketombe karena dapat mengiritasi kulit kepala.

Namun, terlalu jarang atau tidak pernah keramas juga bisa menyebabkan kondisi ini. Hal itu karena ketika kita jarang keramas akan terjadi penumpukan minyak dan sel kulit mati.

Baca juga: 7 Cara Mudah Menghilangkan Ketombe Secara Alami

6. Kondisi kulit tertentu

Ketombe juga bisa menjadi tanda dari kondisi kulit tertentu seperti psoriasis, eksim, atau kelainan kulit lain.

7. Kondisi medis

Selain kondisi kulit tertentu, ketombe juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Orang dewasa dengan penyakit Parkinson dan beberapa penyakit neurologis lain juga lebih rentan terhadap ketombe.

Selain itu, salah satu penelitian juga menemukan bahwa 30 hingga 83 persen orang dengan HIV mengalami dermatitis seboroik yang menyebabkan ketombe.

Penelitian terhadap orang dengan penyakit jantung juga menunjukkan hal yang serupa. Pasien yang dalam masa pemulihan dari serangan jantung atau stroke mungkin lebih rentan terhadap ketombe.

7. Pola makan

Sudah banyak dibuktikan bahwa konsumsi makanan sehat memberi banyak dampak baik bagi tubuh, tak terkecuali kesehatan rambut dan kulit kepala.

Sedangkan pada orang yang tidak cukup konsumsi makanan mengandung seng, vitamin B, dan beberapa jenis lemak dapat meningkatkan risiko ketombe.

8. Stres

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stres dapat memicu ketombe.

Baca juga: 12 Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami

Faktor risiko

Hampir semua orang dapat mengalami masalah ketombe. Tapi, beberapa faktor tertentu dapat membuat Anda lebih rentan mengalaminya.

Beberapa faktir risiko yang mungkin berperan, di antaranya:

1. Usia

Ketombe biasanya dimulai pada usia pubertas. Hal ini kerap dikaitkan dengan masalah peningkatan hormon yang terjadi pada usia-usia tertentu.

2. Laki-laki

Beberapa penelitian menemukan bahwa laki-laki lebih sering mengalami masalah ketombe dibanding perempuan.

Ini membuat beberapa peneliti berpendapat bahwa hormon pada pria mungkin bisa menjadi salah satu faktor risiko ketombe.

3. Penyakit tertentu

Beberapa penyakit yang menurunkan sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko kondisi yang menyebabkan ketombe seperti dermatitis seboroik.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lidah Putih
Lidah Putih
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Payudara Mengerut Seperti Kulit Jeruk

Payudara Mengerut Seperti Kulit Jeruk

Penyakit
4 Penyebab Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang Perlu Diwaspadai

Health
Panas Dingin

Panas Dingin

Penyakit
Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.