Jumat, 25 April 2014 09:49

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Manfaat Donor Darah Saat Puasa Bagi Tubuh

Penulis : Natalia Ririh | Sabtu, 4 Agustus 2012 | 07:03 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Donor darah massal dilakukan pengunjung dan karyawan Mal Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bersamaan kegiatan donor darah massal, diresmikan Gerai Donor Darah di lokasi mal tersebut untuk mendukung kebutuhan 4,8 juta kantong darah nasional setiap tahun.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat menjalankan puasa, orang takut kondisi tubuhnya menjadi sangat lemah dan tak mampu melanjutkan kewajiban berpuasa. Karenanya, banyak orang menghindari aktivitas fisik yang berat. Apalagi, kegiatan mendonorkan darah.

Sudah sejak lama berkembang mitos bahwa mendonorkan darah saat berpuasa akan cepat memperlemah kondisi tubuh yang mengakibatkan puasa terhenti alias batal. Alasan inilah yang menyebabkan jumlah pendonor pada bulan puasa jauh menurun, serta stok darah di PMI dan rumah sakit besar menipis.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, donor darah saat puasa justru sebenarnya mendatangkan banyak manfaat bagi pendonor. Saat ditemui dalam acara "Symphony 2012: Sympathy through Blood Donation on Friday", di Jakarta, Jumat (3/8/2012), Ari memaparkan sejumlah manfaat donor darah bagi tubuh, terutama di saat seseorang sedang berpuasa.

Manfaat pertama, papar Ari, dengan pengambilan darah maksimal 450 cc, akan terjadi pembakaran kalori pada tubuh sebanyak 600 kalori. Pembakaran kalori ini dapat membantu penurunan berat badan. Manfaat kedua, jantung pendonor akan menjadi lebih sehat karena kadar besi (Fe) pada darah menjadi stabil.

Manfaat lainnya, menyumbangkan darah di bulan Ramadhan tentu akan mendatangkan kepuasan tersendiri bagi pendonor.  "Secara psikologis, muncul perasaan bisa berbagi kepada orang yang sangat membutuhkan darah. Perasaan ini tidak bisa dinilai harganya," kata Ari.

Agar darah yang disumbangkan optimal, pendonor wajib mengikuti beberapa syarat pengambilan darah. Adapun syaratnya adalah tekanan darah sistolik antara 110-160 dan diastolik antara 70-100, haemoglobin (Hb) lebih besar dari 12,5, tubuh sedang tidak demam atau suhu lebih rendah dari 37,5 derajat serta berat badan minimal 45 kilogram.

Ari menyarankan, waktu donor yang paling tepat adalah saat menjelang dan buka puasa. Mendonor di bulan puasa juga perlu melakukan persiapan. Beberapa hari sebelum hari donor darah, pendonor telah mempersipkan diri dengan makan sayuran berserat tinggi, banyak minum air, serta tidur yang cukup.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui