Senin, 21 April 2014 13:47

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Wanita Lebih Rentan Gusi Berdarah

Penulis : Rosmha Widiyani | Jumat, 3 Mei 2013 | 07:22 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Perubahan hormonal pada wanita bisa memicu penyakit gusi berdarah pada wanita. Meski begitu, hal tersebut juga tergantung pada ada tidaknya penumpukkan plak pada pertemuan gigi dan gusi.

Gusi berdarah merupakan gejala awal terjadinya peradangan gusi atau gingivitis.

Menurut drg.Dedy Yudha Rismanto, Sp.Perio, perubahan hormon akan menyebabkan gusi bengkak, tanpa rasa sakit, atau perdarahan.

"Biasanya didahului dengan adanya kuman atau tumpukan plak. Perubahan hormon akan memacu kerja kuman-kuman itu," katanya dalam acara konferensi media Solusi Permasalahan Gusi di Jakarta, Kamis (2/5/13).

Karena kuman bertambah aktif, gusi akan terangsang untuk mengeluarkan reaksi imunitas sehingga terjadi radang dan bengkak.  "Reaksi ini menyebabkan gusi mempertebal dindingnya pada bagian leher. Makanya jadi bengkak," kata dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Bila bengkak dibiarkan, dinding yang dibangun akan jebol dan mengakibatkan kuman masuk ke dalam lapisan gigi. Kuman tersebut berpotensi menimbulkan luka pada pembuluh darah dan jaringan di dalamnya sehingga menimbulkan gusi berdarah.

Sedikitnya ada 5 hal yang menandakan terjadinya radang, yakni bengkak, rasa sakit, timbulnya demam, kerusakan jaringan, dan kerusakan sel. Pada radang gusi, demam terjadi di tingkat sel sehingga tidak bisa dirasakan.

Penyakit gusi berdarah karena perubahan hormon memang sulit dihindari karena tidak mudah mengontrol hormon dalam tubuh.

"Untuk mencegah terjadinya gusi berdarah bisa dilakukan dengan rajin membersihkan gigi dan karang gigi, serta memeriksakan gigi dan gusi," katanya

 


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui