Kamis, 23 November 2017

Health

KONSULTASI PENYAKIT DALAM Dr Irsyal Rusad., Sp PD., MH
Spesialis Penyakit Dalam Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Anggota Persatuan Ahli Penyakit Dalam Infonesia ( PAPDI) dan Pengurus PAPDI Cabang Riau. Berminat dalam bidang Healthy Life, Healthy Aging, dan Diabetes Mellitus

Bagaimana Turunkan Trigliserida yang Tinggi?

Shutterstock Ilustrasi hasil pemeriksaan kolesterol


TANYA :  

Dok, saya mau bertanya, beberapa hari yang lalu saya melalukan medical chek up. Hasilnya  kadar trigliserida saya cukup tinggi. Bagaimana cara menurunkannya ?

(M.Widjianto, 44 tahun, 160 cm, 56 kg, Banyuwangi)


JAWAB :

Bpk M Widjianto di Banyuwangi

Untuk menjawab pertanyaan bapak, bagaimana menurunkan kadar trigliserida yang cukup tinggi pada pemeriksaan yang pernah dilakukan, seharusnya bapak mencantumkan berapa sebenarnya kadar triglisetida yang dimaksud dengan cukup tinggi itu. Bahkan juga sebaiknya menyertakan kadar lipid darah yang lain seperti HDL, dan LDL. Ini ada kaitannya dengan penanganan yang dapat saya sarankan di sini.

Seperti diketahui bahwa trigliserida masuk dalam klasifikasi normal bila kadarnya kurang dari 150 mg/dl, antara 150-199 mg/dl normal tinggi (perbatasan), 200-499 mg/dl, tinggi dan bila lebih dari 500 mg/dl dianggap sangat tinggi.

Bila kadar trigliserida lebih dari 500 mg/ dl, kadar trigliserida itu memang harus segera diturunkan. Tingginya trigliserida mempunyai risiko yang dikenal dengan pankreatitis. Risiko ini berbahaya sekali. Tetapi bila kadar trigliserida bapak lebih besar dari 200 mg, sebaiknya yang dapat  dilakukan adalah mengubah gaya hidup, pola makan, dan mengobati penyebab sekunder yang sering menyertainya, seperti hipertensi, diabetes, hipotiroid, kegemukan.

Perubahan gaya bidup merupakan cara penangan paling penting untuk menurunkan kadar trigliserida darah. Gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk menurunkan trigliserida adalah, penurunan berat badan, olaharaga secara teratur.

Olahraga selama 30-40 menit sebaiknya dilakukan setiap hari dapat meningkatkan HDL, Kolesterol baik, dan sekaligus menurunkan Kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida yang cukup tinggi itu. 

Bapak juga dapat mengurangi asupan kalori dengan membatasi porsi makan, makanan yang banyak mengandung gula, makanan olahan, karbohidrat sederhana seperti gula, tepung (putih) yang dapat meningkatkan trigliserida. Membatasi lemak jenuh, dan trans fat yang banyak terdapat pada makanan  yang diolah juga penting untuk menurunkan kadar trigliserida.

Omega 3 yang banyak dikandung ikan seperti salmon, tuna, tenggiri, sarden baik sekali sebagai sumber lemak Pak M Widjianto.

Jadi, gaya hidup sehat dan penanganan penyakit yang sering menyertainya, merupakan pendekatan pertama dan utama dalam menurunkan kadar trigliserida darah. 

Dalam 1-2 bulan setelah itu, sebaiknya BPK  melakukan  pemeriksaan ulang kadar lipid darah BPK secara keseluruhan.

Bila kadar trigliserida BPK ternyata masih lebih besar dari 200 mg/dl, penanganannya tergantung pada lipid lain, HDL dan LDL. Untuk itu saya anjurkan BPK konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam setempat.

Wassalamualaikum.

Irsyal Rusad

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat