Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Anak Masturbasi, Bagaimana Orangtua Bersikap?

Kompas.com - 24/02/2017, 20:27 WIB
Dian Maharani

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan ini ramai dibicarakan tentang Buku “Aku Berani Tidur Sendiri” yang salah satunya berisi tentang masturbasi. Buku tersebut menuai kontroversial karena penggunaan bahasa yang tidak tepat untuk dibaca oleh anak.

Mengenai masturbasi, hal ini memang dapat terjadi oleh anak yang mulai memasuki masa pubertas.

Psikolog Naomi Ernawati Lestari mengatakan, orangtua sangat berperan untuk memberikan edukasi seks kepada anak. Menurut Naomi, ketika melihat sang anak melakukan masturbasi, orangtua sebaiknya tidak tiba-tiba memarahi.

Orangtua ada baiknya menanyakan baik-baik, apa yang sedang dilakukan anak. Kemudian orangtua bisa memberitahu anak bahwa apa yang dilakukannya disebut masturbasi dan anak harus bisa mengontrolnya.

“Orangtuanya sendiri enggak boleh menganggap seks itu sesuatu hal yang tabu,” kata Naomi.

Sama halnya ketika anak laki-laki mulai mimpi basah. Menurut Naomi, beritahu saja kepada anak tentang apa yang terjadi, "Misalnya bilang, 'oh itu wajar, itu cairan sperma, berarti kamu sudah mulai besar'," tutur Naomi.

Setelah itu, jelaskan kepada anak untuk bisa menjaga alat kelaminnya dengan baik. Menurut Naomi, ketika anak tidak diberi pendidikan tentang seks, mereka akan melakukannya sembunyi-sembunyi dari orangtua dan tidak terbuka dengan orangtua.

Bila tidak diberitahu, anak mungkin akan mencari informasi di luar yang belum tentu kebenarannya.

Pendidikan seks seharusnya diberikan sejak dini sesuai dengan usia anak. Mulai dari kecil anak laki-laki perlu tahu ia memiliki penis dan anak perempuan memiliki vagina. Ajari anak untuk menjaga alat kelaminnya dari orang lain.

Misalnya, pada anak balita sudah diberitahu bahwa bagian-bagian di tubuhnya, seperti alat kelamin dan payudara tidak boleh disentuh oleh siapapun. Pendidikan seks sejak dini penting untuk menghindari anak dari pelaku kejahatan seksual.

Pada usia remaja, anak pun diajari untuk menghargai dirinya dan menjaga kesehatan reproduksi, agar tidak melakukan seks bebas yang berisiko menyebabkan infeksi menular seksual.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Houthi Klaim Dapat Kiriman 22 Rudal AS di Sanaa dan Saada
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau