Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jangan Disepelekan, Tak Semua Sakit Pinggang Boleh Dipijat

Melansir Britannica, nyeri yang dikenal sebagai lumbago ini biasanya terasa di bagian bawah punggung atau sekitar tulang lumbar.

Sakit pinggang kadarnya bisa ringan, berat, sampai akut. Ada yang hanya merasakan di pinggang. Terkadang, menjalar sampai ke pantat atau paha atas.

Melansir buku Resep Mudah tetap Sehat (2009) oleh Dr. Hendrawan Nadesul, sakit pinggang rasanya bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya.

Sebab paling umum

Terkadang nyerinya cuma terasa di satu tempat. Ada kalanya, penyebab sakit pinggang karena nyeri kiriman, atau penyakit aslinya di perut tapi terasa di pinggang.

Ada juga nyeri pinggang dari satu titik menjalar ke tempat lain. Selain itu, ada juga sakit pinggang karena peregangan otot.

Sakit pinggang paling umum disebabkan kesalahan sikap atau posisi tubuh.

Bobot atau posisi tubuh kita disokong semua ruas tulang belakang, bantalan antara ruas tulang belakang, otot, dan jaringan ikat.

Gangguan pada bagian penyokong tubuh tersebut dapat mengakibatkan sakit pinggang.

Trauma pada penyokong tubuh seperti terkilir, terpeleset, terbentur, retak, atau patah ruas tulang belakang juga bisa membuat pinggang terasa nyeri.

Kesalahan sederhana bikin sakit pinggang

Ada kalanya saat beraktivitas sehari-hari seperti saat berbaring, berdiri, duduk sampai berjalan, kita tidak memperhatikan sikap dan posisi tubuh.

Untuk meminimalkan sakit pinggang, kita bisa mulai mengatur posisi tidur dan duduk yang nyaman.

Pemakaian sandal atau sepatu bertumit tinggi juga butuh perhatian.

Alas kaki tersebut membuat posisi utama penyangga tubuh di tulang belakang bergeser, sehingga rentan nyeri pinggang.

Disebabkan sakit ginjal

Sakit pinggang dari penyakit ginjal bisa disebabkan infeksi ginjal sampai batu ginjal.

Pada infeksi ginjal, sakit pinggang disertai gejala infeksi seperti demam, nyeri kepala, mual, muntah, serta perubahan urin.

Selain sering berkemih, warna urin jadi lebih keruh atau bercampur darah.
Sedangkan pada batu ginjal, sakit pinggang lebih terasa. Rasa nyeri tersebut menjalar sampai ke perut, buah zakar, atau vagina.

Sakit pinggang karena penyakit ginjal umumnya juga bersifat tetap, kendati kita berganti posisi tubuh.

Cara mengatasi

Sakit pinggang diatasi dengan mengetahui penyebab persisnya.

Untuk memastikan penyebab sakit pinggang, Anda butuh pemeriksaan lebih lanjut seperti tes laboratorium sampai foto rontgen.

Bentuk terapinya bisa dengan pemberian obat, disuntik di lokasi yang nyeri, sampai perawatan khusus di rumah sakit.

Pemberian obat pereda nyeri jenis analgetik atau antirematik hanya meredakan sementara. Jika penyebab utamanya tidak hilang, sakitnya bakal berulang.

Sedangkan sakit pinggang karena salah posisi tubuh, ketegangan otot (spasme) bisa reda setelah dipijat ringan.

Jangan asal pijat

Namun perlu diperhatikan, tidak semua sakit pinggang bisa reda setelah dipijat. Terlebih jika penyebabnya pengeroposan tulang, saraf terjepit, atau rusaknya ruas tulang belakang akibat kanker.

Pemijatan saat sakit pinggang ditengarai penyakit tersebut justru memperburuk keadaan.

Sakit pinggang yang tidak reda setelah pemijatan, atau bertambah parah, perlu mendapat penanganan medis.

Beberapa jenis sakit pinggang berat bisa kambuh setelah berolahraga.

Untuk meringankan gejala sakit pinggang, kita bisa beristirahat cukup selama setidaknya dua hari.

Posisi beristirahat juga perlu diperhatikan, yakni berbaring terlentang tanpa alas atau kasur, sampai keluhannya hilang.

Selain itu, usahakan untuk tidak mengangkat barang berat, memompa air, mendorong mobil, atau melakukan kegiatan fisik berat.

Biasakan mengangkat barang berat dari lantai dengan posisi berjongkok terlebih dulu.

Biasanya kesalahan orang yang sakit pinggang, mengawali aktivitas berat tersebut dari posisi membungkuk.

https://health.kompas.com/read/2019/12/14/160000468/jangan-disepelekan-tak-semua-sakit-pinggang-boleh-dipijat

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke